Demo Buruh Jatim Diwarnai Bentrok, Pentungan Ikut Beraksi
Senin, 16 Jan 2006 16:20 WIB
Surabaya - Ribuan buruh di Jawa Timur (Jatim) yang menggelar aksi demo sejak pukul 09.00 WIB terlibat bentrok dengan aparat keamanan. Dua kali bentrokan terjadi, pentungan pun ikut beraksi. Belum lagi aksi lempar botol air mineral.Aksi buruh yang berdemo di depan Kantor Gubernur Jatim, Jalan Pahlawan, Surabaya, Senin (16/1/2006) ini semula berjalan damai. Meski ada sebagian buruh yang tampak emosional, mereka berhasil diredam rekan-rekannya. Namun menjelang siang dan sore hari, tensi mereka semakin tinggi. Pasalnya hingga pukul 15.45 WIB, belum juga ada kesepakatan yang dicapai.Mereka lalu berusaha masuk ke kantor gubernur menyusul 12 orang rekannya yang mewakili mereka bertemu Asisten III Pemprov Jatim Endro S yang sehari-hari juga menjabat sebagai ketua Dewan Pengupahan Jatim. Mereka kesal karena merasa tuntutan mereka belum dipenuhi sehingga memaksa masuk ke gedung tersebut. Namun aksi mereka ditahan aparat keamanan yang menurunkan 1.500 personel kepolisian, satpol PP dan aparat TNI AD yang berjaga-jaga di dalam gedung megah itu, plus pasukan antihuru-hara.Bahkan sistem keamanan yang digelar pun mencapai empat lapis. Tak kurang dua kali bentrokan mewarnai aksi ini. Dengan berbekal pentungan dan botol minuman mineral, para buruh menyerbu aparat keamanan. Namun aksi mereka berhasil dihalau aparat dengan semburan air dari water canon dan tidak ada satu orang pun yang terluka.Kesal tidak bisa menembus barikade aparat, sekonyong-konyong seorang buruh mengendarai truk dengan kecepatan tinggi. Truk bukan melaju ke depan, tapi mundur sehingga tiga wartawan yang sedang meliput di atas pagar nyaris menjadi korban. Aksi di tengah guyuran hujan ini masih berlangsung hingga pukul 16.00 WIB.Aksi demo ribuan buruh ini digelar untuk yang kedua kalinya. Mereka menuntut kenaikan upah minimum kota (UMK) di atas Rp 700 ribu/bulan.
(umi/)











































