Bea Cukai-Kejagung Digugat agar Tuntaskan Kasus Penyelundupan Brompton-Harley

Andi Saputra - detikNews
Jumat, 02 Okt 2020 12:55 WIB
Gedung PN Jaksel
)Gedung PN Jaksel (Foto: Ari Saputra
Jakarta -

Masih ingat kasus penyelundupan Harley-Davidson dan Brompton beberapa waktu lalu? Penyelundupan itu membuat geram Menteri Keuangan Sri Mulyani. Lama tidak ada kabar kelanjutan kasus itu, Dirjen Bea Cukai dan Kejaksaan Agung digugat ke PN Jaksel.

"Sidang pertama termohon belum hadir, tunda minggu depan," kata penggugat dari Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI), Boyamin Saiman saat dihubungi detikcom, Jumat (2/10/2020).

Ikut menggugat pula Lembaga Pengawasan Pengawalan dan Penegakan Hukum Indonesia (LPHI). Keduanya menggugat Dirjen Bea dan Cukai selaku penyidik PNS dan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus). Perkara itu bernomor 108/Pid.Pra/2020/PN JKT.SEL.

"Menyatakan secara hukum termohon telah melakukan tindakan penghentian penyidikan secara materiel dan diam-diam yang tidak sah menurut hukum dalam perkara penyelundupan sepeda motor Harley Davidson dan sepeda merk Brompton dengan menggunakan pesawat terbang Garuda Indonesia. Memerintahkan termohon segera menyelesaikan penyidikan dan menentukan tersangka atas tindak pidana tersebut serta melimpahkan berkas perkara ke pengadilan untuk dilakukan penuntutan atas pelaku penyelundupan," ujar Boyamin dalam tuntutannya itu.

Berdasarkan jadwal sidang, PN Jaksel akan melanjutkan lagi kasus itu pada 21 Oktober 2020 nanti.

Sebagaimana diketahui, Sri Mulyani dan Menteri BUMN Erick Thohir telah mengungkap modus penyelundupan Harley-Davidson dan sepeda Brompton melalui pesawat Garuda Indonesia pada Desember 2019 lalu. Erick Thohir kemudian memecat sejumlah direktur yang diduga terlibat dalam kasus ini, termasuk Ari Askhara Direktur Utama saat itu.

Kepala Subdirektorat Komunikasi dan Publikasi Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Deni Sujantoro mengatakan, skandal penyelundupan Harley-Davidson saat ini dalam proses penyidikan. Pada proses ini, saksi-saksi dipanggil untuk dimintai keterangan.

"Yang sudah dipanggil mungkin aku nggak bisa nyebutin dulu ya, karena banyak juga yang dipanggil. Penyidikan itu sekarang pemanggilan saksi-saksi banyak, pasti penyidik ending-nya akan menyampaikan siapa yang menjadi tersangkanya," kata Deni kepada detikcom pada Februari 2020.

Namun 10 bulan berlalu, kasus penyelundupan itu belum jelas ujung pangkalnya. Siapa yang bertanggungjawab atas penyelundupan Harley dan Brompton itu.

(asp/knv)