TransJakarta Luncurkan Aplikasi 'Tije', Beli Tiket Tak Perlu ke Loket

Muhammad Ilman Nafian - detikNews
Jumat, 02 Okt 2020 12:29 WIB
Direktur Pelayanan dan Pengembangan PT Transportasi Jakarta, Achmad Izzul Waro (Foto: dok. TransJakarta)
Direktur Pelayanan dan Pengembangan PT Transportasi Jakarta, Achmad Izzul Waro (Foto: dok. TransJakarta)
Jakarta -

PT Transportasi Jakarta (TransJakarta) melakukan transformasi digital berupa layanan teknologi tanpa sentuh untuk pengguna bus TransJakarta. Inovasi itu dilakukan untuk mendukung upaya pencegahan penularan virus Corona (COVID-19) di DKI Jakarta.

Teknologi tanpa sentuh itu dikemas dalam bentuk aplikasi Tije. Melalui aplikasi tersebut, penumpang bus TransJakarta bisa membeli tiket melalui QR code yang sudah tersedia tanpa harus melalui loket.

"Peluncuran QR ticket pada layanan TransJakarta juga salah satu bentuk transformasi digital yang memudahkan pelanggan TransJakarta khususnya, tentu saja sebagai terobosan baru, agar TransJakarta semakin luas melayani DKI," ujar Direktur Pelayanan dan Pengembangan PT Transportasi Jakarta Achmad Izzul Waro dalam acara peluncur QR ticketing yang disiarkan secara virtual, Jumat (2/10/2020).

"Tentu saja masa PSBB seperti saat ini, layanan ini merupakan terobosan agar kita mendukung penuh Pemprov untuk menerapkan protokol kesehatan. Melalui aplikasi ini, kita harapkan masyarakat semestinya bisa stay di rumah, tapi bilamana tetap harus melakukan perjalanan diharapkan bisa menggunakan layanan atau aplikasi tanpa sentuh sehingga bisa memutus mata rantai penularan COVID-19," sambungnya.

Izzul menjelaskan, dalam aplikasi itu, ada layanan QR ticketing hingga transfer tiket. Dengan layanan itu, penumpang bus TransJakarta dapat membeli tiket di mana pun dan kapan pun.

"QR ticket ini merupakan layanan pertama di Indonesia yang memiliki fitur transfer tiket. Diharapkan partisipasi aktif masyarakat menggunakan layanan angkutan umum, terutama pada saat nanti kehidupan kembali normal seperti sedia kala," katanya.

Dalam kesempatan itu, Direktur Eksekutif Transformasi Digital Teknologi Informasi Gidionton Saritua mengatakan aplikasi ini juga memiliki layanan Smart Assistance dan dapat melihat waktu kedatangan bus. Aplikasi ini juga dapat mendeteksi penumpang sudah membeli tiket atau belum.

"Waktu kedatangan secara real time, sehingga kita tahu berapa menit lagi bus sampai. Aplikasi ini begitu cerdas, jadi tahu posisi bus kita di mana. Hal ini akan bantu pelanggan dan pengguna jasa untuk gunakan waktu dengan baik," kata Gidion.

"Smart Notification sangat cerdas. Jadi pas masuk halte bisa tahu apa kita punya tiket apa nggak. Kalau tidak, dikasih tahu kalau kita harus beli tiket karena sudah 50 meter dekat halte. Kemudian juga saat buka aplikasi langsung tunjukkan QR code tanpa memilih menu," sambung Gidion.

(man/mae)