Bareng Warga, 2 Menteri Santap Tahu, Mie Ayam dan Bakso
Senin, 16 Jan 2006 15:43 WIB
Jakarta - Kampanye antiformalin terus dilancarkan pemerintah. Menkop dan UKM Suryadharma Ali serta Menperin Fahmi Idris tak sungkan-sungkan menyantap tahu, mie ayam dan bakso yang belakangan ini disinyalir banyak mengandung formalin, boraks, dan daging tikus. Nyam...nyam...nyam...Tahu panas yang baru diangkat dari wajan tidak membuat surut minat dua menteri ini. Dengan lahap dan sedikit kepanasan, bersama warga Kalibata Tengah, Jakarta Selatan, keduanya asyik menikmati hidangan yang disajikan Koperasi Produsen Tahu Tempe Indonesia (Kopti) di 'markasnya' Jalan Kalibata Tengah Nomor 9, Jakarta, Senin (16/1/2006).Suryadharma Ali dan Fahmi Idris didampingi Ketua Komisi VI Didiek J Rachbini serta Dirjen Industri Kecil dan Menengah Depperin Sakri Widianto. Selain sepiring kecil tahu, mereka juga melahap semangkok mie ayam dan semangkok bakso di tengah gerimis hujan bersama ratusan warga yang kesenangan bisa bertemu menteri dan makan gratis."Langkah ini dilakukan agar masyarakat percaya produk yang diduga mengandung formalin sudah aman," ungkap Fahmi mengenai kampanye antiformalin yang dilakukannya.Apalagi, imbuh dia, saat ini tata niaga formalin sudah diperketat. Kini tidak ada lagi toko bahan-bahan kimia yang menjual formalin secara bebas.Meski hujan dan jalanan becek, antusiasme warga tidak terbendung. Bahkan situasi sedikit kacau karena warga yang jumlahnya ratusan semuanya ingin mendekati kedua menteri itu. Mereka rela desak-desakan hanya untuk menyaksikan kedua menteri itu. Mereka juga rela antre di tenda-tenda mie ayam, tahu dan bakso.Mereka tidak terlihat ragu menyantap semua hidangan itu. Untuk meyakinkan masyarakat, Kopti membuat sejumlah spanduk dengan berbagai tulisan antiformalin, seperti "Inkopti: Tahu nonformalin? Produk Kopti Jawabannya", "Inga-inga tahu Kopti tidak berformalin", dan "Formalin no, tahu yes. Komitmen Kopti pada masyarakat".Suryadharma yang mengenakan mobil dinasnya bernopol B 36 dan Fahmi dengan Land Rover B 1316 BF-nya hanya sekitar 30 menit di Kopti. Pukul 15.00 WIB, keduanya meninggalkan tempat itu. Begitu kedua menteri ini meninggalkan lokasi, warga langsung berebutan membungkus tahu dan makanan lain yang disediakan dengan wadah plastik. "Lumayan gratis!" seru seorang warga.
(umi/)











































