Oknum MUI Unggah Kolase Ma'ruf-'Kakek Sugiono', GP Ansor Soroti Kaderisasi MUI

Eva Safitri - detikNews
Jumat, 02 Okt 2020 07:09 WIB
Ketum GP Ansor, Yaqut Cholil Qoumas menemui Presiden Jokowi.
Foto: Ketum GP Ansor, Yaqut Cholil Qoumas. (Andhika/detikcom)
Jakarta -

Pengunggah foto kolase Wakil Presiden Ma'ruf Amin dan bintang porno Jepang, 'Kakek Sugiono' ternyata Ketua MUI Kecamatan Tanjung Balai berinisal SM. Pimpinan Pusat GP Ansor meminta MUI koreksi sistem kaderisasi.

"MUI ini saya kira harus melakukan kaderisasi yang tepat, sesuai dengan namanya itu," Ketua Umum Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda (PP GP), Yaqut Cholil Qoumas, ketika dihubungi, Kamis (1/10/2020).

Gus Yaqut mengatakan perilaku SM tidak mencerminkan ulama sebagaimana nama organisasinya. Menurutnya, ulama tidak melakukan fitnah dan harus mengayomi umat bukan malah memecah belah.

"Jadi kalau ulama mana ada perilaku ulama melakukan seperti itu, melakukan fitnah. MUI harus melakukan koreksi terhadap kriteria ulama termasuk dalam organisasinya, kalau nggak bisa melakukan itu, ya U-nya ganti aja jangan ulama. Ulama itu kan berperan mengayomi umat, menyatukan perbedaan jika ada di lapangan, bukan malah memecah belah," ujarnya.

Lebih lanjut, Gus Yaqut juga menilai MUI belakangan ini kerap terlibat dalam dinamika politik. Dia menyarankan MUI menjauhi diri ke ranah politik dan tetap berperan untuk mengayomi umat.

"Saya sudah katakan begini, MUI ini di beberapa waktu belakangan selalu terlibat dalam dinamika bukan hanya dinamika keagamaan tapi juga masuk ke ranah politik, yang menurut saya ini tidak perlu, daripada mengurusi soal politik, dukung-mendukung jadi sudahlah tenangkan saja umat," ujarnya.

Kasus ini bermula ketika tangkapan layar berisi foto Ma'ruf disandingkan dengan gambar animasi wajah 'Kakek Sugiono' yang diunggah salah satu akun FB viral. Ada narasi 'Jangan kau jadikan dirimu seperti Ulama tetapi kenyataannya kau penjahat agama. Diusia Senja Banyaklah Berbenah untuk ketenangan di Alam Barzah. Selamat melaksanakan Ibadah Shalat Jumat' yang ditulis pemilik akun.

Namun, unggahan itu sudah tak ada lagi di akun FB tersebut saat dicek detikcom. Selain itu, pemilik akun telah menulis permohonan maaf kepada keluarga besar Ma'ruf hingga keluarga besar Ansor, khususnya Tanjung Balai. Belum diketahui motif pelaku mengunggah postingannya tersebut.

(eva/idn)