Legislator Denpasar Rame-rame Kembalikan APBD Rp 8 M
Senin, 16 Jan 2006 15:22 WIB
Denpasar - Sebanyak 42 orang anggota DPRD Kota Denpasar periode 2004-2009 rame-rame mengembalikan uang APBD Kota Denpasar sebesar Rp 8,436 miliar. Setiap anggota DPRD wajib mengembalikan uang sebesar Rp 66,8 juta bagi mereka yang menjadi anggota Panitia Musyawarah (Panmus) dan sebesar Rp 68 juta untuk anggota Panitia Anggaran (Panggar). Uang sebesar itu sebelumnya diterima selama empat bulan, yaitu dari September hingga Desember 2004 begitu usai mereka dilantik. Namun, pada hari ini, Senin (16/1/2006) hanya enam anggota Fraksi Gabungan yang terdiri dari PKS, PKPB, PKB, dan PAN yang telah menyiapkan segepok uang senilai Rp 404,4 juta. Sedangkan FPDIP, Fraksi Golkar dan Fraksi Demokrat akan menyusul. Pengembalian uang tersebut dipimpin oleh ketua Fraksi Gabungan Mohamad Mudjiono. Mudjiono mengatakan, anggota DPRD Kota Denpasar wajib mengembalikan uang atas permintaan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Provinsi Bali. BPK meminta DPRD Kota Denpasar menyetor kerugian daerah ke kas daerah biaya operasional belanja DPRD yang telah direalisasikan sebesar Rp 8,436 miliar tahun 2004 lalu. BPK menemukan kesalahan administrasi pada APBD Kota Denpasar tahun 2004 yang disahkan oleh DPRD Kota Denpasar periode 1999-2004. BPK menyatakan bahwa ABPD 2004 yang disahkan melalui Perda No 3 tahun 2004 tentang perubahan anggaran itu tidak sesuai dengan Peraturan Pemerintah (PP) No 24 tahun 2004 tentang kedudukan keuangan dewan. Kesalahannya adalah APBD 2004 mencantumkan anggota DPRD mendapatkan uang komisi bagi anggota yang masuk dalam Panmus dan Panggar yang justru tidak termuat dalam PP. Menurut Mudjiono, kesalahan APBD 2004 itu telah mereka ketahui pada akhir tahun 2004 lalu. Bahkan mereka berkomitmen akan mengembalikan uang tersebut jika diminta kembali. "Tanggal 15 Desember 2004 kita sudah sepakat, kalau ada sesuatu hal yang tidak sesuai dengan APBD tersebut kami siap mengembalikannya. Buktinya sekarang hasil audit, BPK mengatakan uang ini bukan untuk kita," katanya. Sementara itu, salah seorang anggota Fraksi Demokrat yang engan disebut namanya, mengaku kesulitan untuk mengumpulkan uang. "Saya pasti akan mengembalikannya tetapi saya harus meminjam uang dulu untuk mendapatkan uang sebesar itu," ujarnya miris. Uang yang dulu sudah ludes to, Pak!
(nrl/)











































