231.011 Guru Bantu se-RI Diangkat Jadi PNS
Senin, 16 Jan 2006 15:00 WIB
Semarang - Nasib guru bantu sedikit cerah. Mendiknas Bambang Sudibyo menyatakan, sebanyak 231.011 guru bantu yang tersebar di seluruh Indonesia bakal diangkat jadi PNS. Rekrutmen dimulai tahun ini."Proses pengangkatan itu dilakukan tiga tahap. Pada April tahun ini rekrutmen akan dimulai," kata Bambang usai mengikuti rapat koordinasi pembangunan Pendidikan Jateng di Kantor Gubernur Jateng, Jl. Pahlawan Semarang, Senin (16/1/2006).Pada tahap pertama, pemerintah akan mengalokasikan sekitar 80 ribu guru bantu. Selanjutnya, guru bantu sisanya akan direkrut secara bertahap pada tahun-tahun mendatang. Dengan cara demikian, pemerintah diharapkan bisa mengakomodasi keberadaan guru bantu yang selama ini terkesan terkatung-katung.Bambang menjelaskan, untuk mempercepat dan mendata secara akurat proses rekrutmen, pemerintah meminta kepala daerah menyodorkan sepertiga dari jumlah guru bantu di daerahnya. Dari data itu, pemerintah akan melakukan seleksi ketat guru bantu yang bisa diangkat jadi PNS."Sebetulnya Depdiknas sudah punya data. Tapi kita perlu data dari daerah untuk penyelarasan. Jadi kita minta kepala daerah untuk segera menyusun daftar guru bantu mereka," terangnya. Guru SwastaKetika ditanya soal apakah guru swasta juga akan mendapat perlakuan serupa, Bambang menyatakan, guru swasta akan tetap jadi guru swasta. Guru swasta hanya akan mendapatkan tunjangan atau subsidi yang sama."Kalau guru swasta minta diangkat jadi PNS, apa pengelolanya mau. Misalnya, apa Muhammadiyah mau gurunya diambil pemerintah. Swasta ya tetap swasta," imbuhnya.Lelaki yang berlatar belakang Muhammadiyah ini menegaskan, dalam UU Sisdiknas sudah dijelaskan posisi dan peran swasta dalam pendidikan nasional. Pemerintah tidak akan mengintervensi pihak swasta dalam segala hal."Meski gaji pokok guru swasta dan negeri berbeda, yang penting kan mereka dapat tunjangan yang sama. Guru swasta juga dapat subsidi. Swasta itu punya peran sendiri, tidak perlu dimasalahkan," demikian Mendiknas Bambang Sudibyo.
(nrl/)











































