Buka Peringatan Hari Santri 2020, Wamenag Ungkap 27 Ponpes Terpapar Corona

Tiara Aliya Azzahra - detikNews
Kamis, 01 Okt 2020 13:55 WIB
Zainut Tauhid
Wamenag Zainut Tauhid (Ari Saputra/detikcom)
Jakarta -

Wakil Menteri Agama (Wamenag) Zainut Tauhid membuka rangkaian peringatan Hari Santri 2020 di tengah pandemi Corona (COVID-19). Ia mengatakan peringatan hari santri tahun ini mengusung tema 'Santri Sehat, Indonesia Kuat'.

"Terkait dengan tema hari Santri Nasional Tahun 2020 kami berkesempatan untuk mengambil tema peringatan Santri Sehat, Indonesia Kuat. Karena peringatan hari santri yang sekarang kita lalui, kita ikuti dalam suasana pandemi," kata Zainut kepada wartawan di Kemenag, Jakarta Pusat, Kamis (1/10/2020).

"Kami ingin suasana pandemi ini juga memberikan motivasi kepada anak-anak santri agar mereka tetap menjaga kesehatannya atau tetap melaksanakan protokol kesehatan agar pondok pesantren itu benar-benar menjadi tempat yang aman bagi para santri," sambungnya.

Dalam kesempatan ini, Zainut menyebut bahwa perayaan Hari Santri tahun ini berbeda dari tahun sebelumnya karena akan diselenggarakan secara virtual. Hal ini dilakukan untuk menghindari adanya kerumunan.

Bahkan, sebut Zainut, Presiden Joko Widodo rencananya akan memberikan sambutan dalam puncak kegiatan pada 22 Oktober 2020.

"Banyak sekali rangkaian kegiatan dan di puncak kegiatan pada tanggal 22 Oktober insyaallah. Kami berharap Bapak Presiden akan memberikan wejangan, memberikan amanat untuk para santri di seluruh Indonesia," jelasnya.

Kemudian, Zainut mengungkapkan saat ini lebih dari 1.400 santri pada 27 pondok pesantren di Indonesia dikonfirmasi positif Corona (COVID-19). Sejauh ini, sekitar 900 santri telah dinyatakan sembuh dan satu orang santri dilaporkan meninggal dunia.

"Sampai sekarang 27 ponpes, di 10 provinsi, dengan jumlah 1.400 lebih santri terinformasi karena COVID-19 ini adalah bagian dari bentuk keprihatinan kami dan juga kami akan memberikan solusi di dalam penanganannya. Alhamdulillah, dari jumlah yang tadi disebutkan lebih dari 900 lebih yang sembuh, sisanya masih dalam perawatan dan terkonfirmasi satu yang sudah meninggal dunia," ujar Zainut.

Zainut pun mengungkapkan setidaknya ada 3 dari 10 provinsi yang paling banyak ditemukan santri positif Corona. Daerah tersebut adalah Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Jawa Barat.

Tak hanya santri, sejumlah tenaga pendidik di lingkungan pondok pesantren pun ada yang terkonfirmasi positif COVID-19 hingga meninggal dunia. Atas hal ini, Zainut pun mengungkapkan keprihatinan yang mendalam.

"Mudah-mudahan santri yang meninggal dunia termasuk juga beberapa kyai dan ibu nyai yang juga wafat, meninggal dunia karena terkena COVID-19 kita juga sangat memberikan perhatian dan keprihatinan yang mendalam mudah-mudahan mereka semuanya meninggal dalam husnulkhatimah dan diterima amal ibadahnya dilipatgandakan dan dimasukkan dalam surganya Allah, amin...," ucapnya.

Untuk diketahui, Hari Santri selalu diperingati setiap 22 Oktober sejak 2015. Peringatan ini didasari Keputusan Presiden Nomor 22 Tahun 2015 tentang Hari Santri.

Untuk rangkaian acaranya sendiri telah dimulai pada Rabu (30/9) lalu dengan agenda sebagai berikut:

1. 30 September-15 Oktober 2020 (Santri Millennials Competitions)
2. 5-20 Oktober 2020 (Muktamar Pemikiran Santri Nusantara)
3. 6-7 Oktober 2020 (Kopdar Akbar Santrinet Nusantara)
4. 8 Oktober 2020 (Shalawat Creator and Influencer Summit)
5. 15 Oktober 2020 (Penyerahan BOP Pesantren dan Pendidikan Keagamaan Islam, serta Bantuan Pembelajaran Daring Pesantren)
6. 21 Oktober 2020 (SANTRIVERSARY/Malam Puncak Peringatan Hari Santri 2020)
7. 22 Oktober 2020 (Upacara Bendera)

(ibh/ibh)