Penyebar Salat Bersiul
Lulusan IAIN yang Jarang Mandi
Senin, 16 Jan 2006 13:55 WIB
Makassar - Dalam menyebarkan ajaran 'keselamatan' di Polewali, Sulawesi Barat (Sulbar), Sumardi tak kesulitan mendapat pengikut. Pasalnya, selain sosoknya yang disegani, ayah Sumardi dulunya adalan mantan imam di Polewali yang dihormati. Siapa sebenarnya Sumardi? Sumardi dulunya dikenal sebagai guru kontrak di SMU PGRI Polewali. Sampai sekarang Sumardi masih berstatus sebagai guru kontrak. Ia pun pernah menjadi pimpinan di salah satu sekolah Pendidikan Guru Agama (PGA). Sebelum jadi guru, Sumardi adalah lulusan Fakultas Tarbiyah, Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kabupaten Pare-pare, Sulawesi Selatan (Sulsel). Sumardi juga tergolong guru yang disegani. Sejak masih berstatus mahasiswa, ia dihormati oleh orang-orang di kampungnya. Hal ini karena selain rajin beribadah, keluarga Sumardi juga disegani karena berstatus imam masjid. Tak heran, ketika mendapat 'wahyu' untuk mengajarkan salat sambil siul, Sumardi pun mudah untuk dapat pengikut. Selalu Rapi Penampilan Sumardi pun tak tampak sebagai orang yang 'stres'. Ia selalu tampil rapi. Selama di tahanan Mapolres Polmas, dia selalu mengenakan baju lengan panjang. Rambutnya yang sebahu selalu diikatnya. Dia tak lupa selalu mengenakan kopiah warna hitam. Di mata penganutnya, Sumardi dipercaya sebagai 'wali'. Ia selalu menjadi imam 'salat bersiul'. Namun salah seorang pengikutnya mengatakan kalau Sumardi tak pernah mandi. "Itu salah satu pantangan dalam ajarannya," tutur salah seorang pengikut Sumardi yang enggan disebut namanya. Sejak Sumardi ditangkap 4 hari lalu dan ajarannya dinyatakan sesat, sejumlah warga yang tinggal di Desa Laliko, kampung asal Sumardi, enggan memberi komentar. Kalau pun ada, mereka minta identitasnya dirahasiakan. Mereka takut diciduk aparat.
(nrl/)











































