PKB: Partai Ummat Amien Rais Melawan Kezaliman Apa?

Zunita Putri - detikNews
Kamis, 01 Okt 2020 13:07 WIB
Wasekjen PKB Daniel Johan (Gibran/detikcom)
Daniel Johan (Gibran/detikcom)
Jakarta -

Amien Rais mendirikan partai baru bernama Partai Ummat. PKB menyoroti pernyataan Amien Rais soal Partai Ummat hendak melawan kezaliman.

"Tidak (khawatir), dong. PKB, selain telah memiliki akar ke-NU-an nahdliyin yang kuat, tapi juga sebagai partai nasionalis yang merangkul semua kekuatan bangsa untuk berjuang dan memajukan Indonesia bersama-sama, dan tantangan partai ke depan adalah membuat masyarakat hidupnya lebih baik secara nyata," ujar Ketua DPP PKB Daniel Johan kepada wartawan, Rabu (1/10/2020).

Daniel lantas menyoroti pernyataan Amien yang menyebut partainya akan melawan kezaliman dan menegakkan keadilan. Daniel mempertanyakan makna kezaliman yang dimaksud Amien.

Menurutnya, semua partai juga memiliki misi yang sama melawan kezaliman dan menegakkan keadilan dalam artian di bidang kemiskinan dan ekonomi.

"Melawan kezaliman apa ya, kan Indonesia sebagai negara hukum dan demokratis, bukan diktator. Lagian melawan kezaliman dan menegakkan keadilan memang tugas kita semua kok, wujudnya ya mengatasi kemiskinan dan ketimpangan ekonomi," katanya.

Kendati demikian, Daniel mendoakan Partai Ummat berhasil. Dia mengapresiasi Amien membentuk partai baru di tengah pandemi Corona (COVID-19).

"Selamat dan semoga berhasil menjadi partai yang dicita-citakan, menjadi bagian yang ikut mewarnai demokrasi Indonesia menjadi lebih baik dan meriah, meskipun membangun partai baru bukan sesuatu yang mudah, apalagi di tengah pandemi COVID saat ini," ucapnya.

Diketahui, Amien Rais mengumumkan nama partai barunya, yakni Partai Ummat. Pengumuman nama partai baru Amien Rais ini disampaikan lewat YouTube resmi Amien Rais.

Amien menjelaskan arti nama partai barunya ini, Partai Ummat. Menurut Amien, ini terkait dengan asas partainya.

"Partai Ummat insyaallah bertekad akan bekerja dan berjuang bersama anak bangsa lainnya melawan kezaliman dan menegakkan keadilan," sebut Amien Rais.

(zap/gbr)