Round-Up

Isu Kebangkitan PKI di Mata Survei

Tim detikcom - detikNews
Kamis, 01 Okt 2020 07:27 WIB
Direktur Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) Sirojudin Abbas
Sirojudin Abbas (Foto: Ari Saputra)
Jakarta -

Isu Partai Komunis Indonesia (PKI) memang kerap mencuat. Terakhir isu itu disinggung eks Panglima TNI Gatot Nurmantyo.

Dia sudah cukup sering bicara soal Partai Komunis Indonesia (PKI). Dulu, tahun 2016, dia menengarai isu PKI bisa saja diembuskan pihak tertentu untuk mengadu domba anak bangsa.

Kini, Gatot mengaku merasakan kebangkitan PKI sejak 2008. Kehebohan terbaru, Gatot menghubungkan perintahnya untuk menggelar acara nonton bareng film 'Pengkhianatan G30S/PKI' di institusi TNI tahun 2017 dengan pemecatan dirinya dari jabatan Panglima TNI.

Berbicara isu PKI, Lembaga Survei SMRC lantas merilis data terkait bagaimana kepercayaan masyarakat tentang adanya isu kebangkitan PKI. Hasilnya, hanya 14 persen yang mempercayai isu tersebut.

Hal itu diungkapkan oleh Direktur Eksekutif SMRC, Sirojudin Abbas, dalam Survei Opini Publik Nasional SMRC 'Penilaian Publik terhadap Isu Kebangkitan PKI'. Survei ini dilakukan pada 23-26 September 2020.

Total sampel 1.203 responden berusia 17 tahun ke atas, yang dipilih secara acak dari koleksi sampel survei tatap muka yang pernah dilakukan SMRC sebelumnya. Survei dilakukan via telepon. Margin of error survei diperkirakan 2,9 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen.

Survei diawali pertanyaan apakah masyarakat pernah mendengar isu kebangkitan PKI. Hasilnya, dari total responden, hanya 36 persen yang pernah mendengarnya. Sedangkan sisanya tidak mengetahui.

"Kita mulai dengan pertanyaan tentang awareness dan persetujuan masyarakat tentang isu kebangkitan PKI, dari sisi awareness kita menemukan bahwa 36 persen warga Indonesia saat ini tahu atau pernah mendengar pendapat bahwa sekarang sedang terjadi pembangkitan PKI. 64 persen mengaku tidak tahu atau tidak pernah," kata Sirojudin.

Survei SMRC: 14 % Orang Indonesia Ketahui Kebangkitan PKI:

[Gambas:Video 20detik]