Round-Up

Zumba Ramai-ramai di Tengah Pandemi Disemprot Pemkot

Hestiana Dharmastuti - detikNews
Rabu, 30 Sep 2020 21:33 WIB
ilustrasi zumba
Ilustrasi zumba (foto tidak terkat berita) / Foto: iStock
Jakarta -

Kerumunan massa yang asyik senam Zumba di halangan restoran cepat saji KFC disorot Pemerintah Kota Makassar (Pemkot Makassar). Pihak KFC dan penyelenggara Zumba diberi teguran karena melahirkan keramaian di tengah pandemi Corona (COVID-19).

Kasatpol PP Makassar Iman Hud mengungkapkan peristiwa ini berawal saat acara senam Zumba yang dihadiri banyak massa digelar di halaman KFC Ratulangi yang berlokasi di Jalan Sam Ratulangi, Makassar pada Minggu (27/9/2020) ).

Mengetahui adanya acara tersebut tanpa izin, Pemkot Makassar langsung melakukan pemeriksaan kepada pihak KFC dan penyelenggara Zumba.

"Olahraga (senam) juga penting, tapi ada prosedur yang lebih penting dan mengumpulkan orang banyak itu harus ada izin, dan dia (penyelenggara senam) akui tak memiliki izin," kata Iman saat dikonfirmasi di Makassar, Rabu (30/9/2020).

Iman mengungkapkan berdasarkan hasil pemeriksaan menunjukkan pihak KFC dan penyelenggara Zumba telah melanggar Perwali Makassar nomor 51 dan 53 terkait protokol kesehatan, dimana kedua pihak tersebut telah mengumpulkan orang banyak dalam acara Zumba.

"Harusnya paham berapa luas KFC, senam (Zumba) sekian orang dan masyarakat boleh berkumpul. Harusnya KFC tak bolehkan karena itu di area-nya," jelas Iman.

"Kami mengkonfirmasi (KFC), sekaligus terbukti dia bersalah dan melanggar, kita harus tegas menyampaikan teguran, itu sanksi untuk tidak mengulangi," imbuhnya.

Iman berharap agar restoran cepat saji lainnya dan juga kafe dan resto di Makassar tidak melakukan acara kumpul-kumpul yang melanggar protokol kesehatan.

"Aturan ditegakkan tanpa pandang bulu. Kita panggil dan tegur semua pihak baik KFC maupun yang penyelenggara senam," tegasnya.

Dalam kesempatan terpisah, Kapolsek Ujung Pandang Makassar, AKP Bagas Aji membenarkan hal itu, pihaknya bersama Camat Ujung Pandang telah memanggil dan memberi sanksi serta pembinaan.

"Saya bersama pak Camat kemarin operasi yustisi penegakan perda saya mendampingi camat, turun ke sana tapi sudah selesai kita panggil ke kantor camat, karena dia (Camat) penegak perda. Kita upaya pembinaan sudah di tegur dan sudah penegakan perda sanksi di pak camat dan sudah ada," katanya.

Bagas mengatakan mengumpulkan orang banyak saat ini belum diperbolehkan apalagi tak mengantongi izin keramaian. Olehnya itu ia meminta pelaku usaha paham dengan tidak memberi ruang tempat bagi para penyelenggara.

(aan/imk)