Survei SMRC: 14% Responden Percaya Kebangkitan PKI

Eva Safitri - detikNews
Rabu, 30 Sep 2020 15:18 WIB
Peneliti SMRC Sirojudin Abbas
Sirojudin Abbas (Ari Saputra/detikcom)
Jakarta -

Lembaga Survei SMRC melakukan survei terhadap kepercayaan masyarakat terhadap isu kebangkitan Partai Komunis Indonesia (PKI). Hasilnya, hanya 14 persen masyarakat yang mempercayai isu tersebut dan 22 persen tidak percaya.

Hal itu diungkapkan oleh Direktur Eksekutif SMRC, Sirojudin Abbas, dalam Survei Opini Publik Nasional SMRC 'Penilaian Publik terhadap Isu Kebangkitan PKI'. Survei ini dilakukan pada 23-26 September 2020.

Total sampel 1.203 responden berusia 17 tahun ke atas, yang dipilih secara acak dari koleksi sampel survei tatap muka yang pernah dilakukan SMRC sebelumnya. Survei dilakukan via telepon. Margin of error survei diperkirakan 2,9 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen.

Survei diawali pertanyaan apakah masyarakat pernah mendengar isu kebangkitan PKI. Hasilnya, dari total responden, hanya 36 persen yang pernah mendengarnya. Sedangkan sisanya tidak mengetahui.

"Kita mulai dengan pertanyaan tentang awareness dan persetujuan masyarakat tentang isu kebangkitan PKI, dari sisi awareness kita menemukan bahwa 36 persen warga Indonesia saat ini tahu atau pernah mendengar pendapat bahwa sekarang sedang terjadi pembangkitan PKI. 64 persen mengaku tidak tahu atau tidak pernah," kata Sirojudin.

Kemudian dari responden yang mengetahui, ditanyakan lagi terkait kepercayaan masyarakat terhadap isu tersebut. Hasilnya, 38,7 persen percaya atau sebesar 14 persen dari total keseluruhan responden.

"Di antara yang tahu 36 persen ini, kita juga tanya apakah setuju atau tidak setuju pendapat tersebut, dan kita menemukan yang setuju itu ada 38,7 persen dari 36 persen tadi atau jumlahnya 14 persen dari populasi, jadi artinya total populasi Indonesia yang tahu atau mengatakan setuju bahwa saat ini sedang ada kebangkitan PKI di Indonesia itu ada 14 persen," ujar Sirojudin.

Sirojudin mengatakan, dari 14 persen itu, jika dikelompokkan sesuai demografi masyarakat, mayoritas adalah beragama Islam dan beretnis Minang. "Awareness tentang isu kebangkitan PKI lebih tinggi pada kelompok beragama Islam dan beretnis Minang. Sementara tingkat kesetujuan terhadap isu tersebut lebih tinggi di kelompok beragama Islam dan beretnis Betawi dan Minang," ujarnya.

Lebih lanjut, SMRC sudah sejak 2016 melakukan survei terkait isu ini. Dia menyebut tren kepercayaan masyarakat terkait isu kebangkitan PKI ini terus berubah. Namun, angkanya stabil hanya sekitar 10-16 persen.

"Kalau kita lihat trennya dari data yang kita punya dari mulai bulan Juni 2016 sampai September 2020 saat ini sebetulnya kita menemukan bahwa warga yg setuju dengan isu kebangkitan PKI tidak banyak berubah, kisarannya di sekitar 10-16 persen, tertinggi pada bulan Mei 2018 sekitar 16 persen, terendah di bulan November 2016, dan bulan Maret 2020 sekitar 10 persen," ujar Sirojudin.

Tonton video 'Putra Pahlawan Revolusi Berkisah Tentang G30S dan Kekuatan PKI':

[Gambas:Video 20detik]



(eva/imk)