Ribuan Buruh Kepung Kantor Gubernur Jawa Timur
Senin, 16 Jan 2006 11:50 WIB
Surabaya - Ribuan buruh dari berbagai kota di Jawa Timur (Jatim) kembali turun ke jalan. Untuk kedua kalinya mereka mengepung kantor Gubernur Jatim. Mereka menagih janji keputusan soal besaran Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK).Sejak pukul 09.00 WIB, Senin (16/1/2006), ribuan buruh dari Mojokerto, Sidoarjo, Gresik, Pasuruan, dan kota-kota lainnya di Jatim berkumpul di Jalan Pahlawan, atau di sekitar kantor gubernuran.Dengan aksi ini mereka berharap Gubernur Jatim Imam Utomo segera menandatangani UMK yang diajukan bupati-bupati di wilayah Jatim. Mereka menginginkan UMK di atas Rp 700 ribu/bulan.Ribuan buruh yang datang dengan ratusan motor dan puluhan truk ini berharap bisa menduduki lagi kantor gubernur. Sayang, aksi buruh terbesar kedua kalinya di tahun 2006 ini gagal menjalankan niatnya.Sekitar 50 meter dari arah utara dan selatan kantor tersebut, ratusan aparat keamanan ditambah dua kendaraan taktis water canon dan satu unit pemadam kebakaran sudah menghadang mereka. Sehingga mereka tidak bisa merangsek lebih dekat lagi ke gedung tersebut.Namun mereka tidak kekurangan akal. Untuk mendobrak barisan aparat, mereka mendorong sebuah truk ke arah aparat. Namun, tinggal semeter lagi dari aparat, mereka menghentikan truk tersebut. Pasalnya, tindakan sebagian buruh itu dilarang oleh teman-temannya yang tidak ingin demo tersebut berujung tindakan anarkis.Sekitar 12 buruh kemudian berupaya melakukan negosiasi agar bisa bertemu gubernur dan teman-temannya bisa masuk ke halaman kantor gubernur.Setelah bernegosiasi cukup lama, perwakilan buruh akhirnya diperkenankan masuk ke kantor tersebut. Sedangkan teman-temannya, meski tidak bisa masuk ke halaman gedung, namun diperbolehkan mendekati pagar gedung. Mereka berkonsentrasi di bagian timur gedung itu.Aparat bersedia mundur namun tetap berjaga-jaga di depan pagar gedung tersebut. Akibat aksi ini, Jalan Pahlawan ditutup untuk kendaraan umum.
(umi/)











































