Begini Pedoman Upacara Hari Kesaktian Pancasila di Tengah Pandemi Corona

Tim detikcom - detikNews
Rabu, 30 Sep 2020 11:09 WIB
Peristiwa 30 September 1965 jadi salah satu sejarah kelam yang pernah terjadi di Indonesia. Monumen Pancasila Sakti pun disebut jadi saksi bisu prahara tersebut
Monumen Pancasila Sakti. (Foto: Agung Pambudhy)
Jakarta -

Upacara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila Tahun akan digelar 1 Oktober besok. Upacara akan digelar di tengah pandemi Corona, bagaimana pedomannya?

Dalam lampiran yang bisa diunduh di situs Kemdikbud, Upacara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila itu bertema 'Indonesia Maju Berlandaskan Pancasila'. Upacara bakal digelar di Monumen Pancasila Sakti, Lubang Buaya, Jakarta Timur.

Seperti dilihat, Rabu (30/9/2020), Presiden Joko Widodo (Jokowi) akan hadir di Monumen Pancasila Sakti. Jokowi akan menjadi inspektur upacara dalam Peringatan Hari Kesaktian Pancasila besok.

Upacara akan digelar secara virtual, dan seluruh kepala daerah diminta untuk mengikuti upacara dari kantor masing-masing.

"Menteri, Pimpinan Lembaga Negara/Instansi Pusat beserta Pimpinan Tinggi Madya atau sederajat wajib mengikuti Upacara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila yang dilaksanakan di Monumen Pancasila Sakti Jakarta secara virtual dari kantor masing-masing," demikian isi lampiran pedoman tersebut.

Berikut rincian pedoman penyelenggaraan Hari Kesaktian Pancasila Tahun 2020:

Penyelenggaraan di Tingkat Pusat:

a. Di tingkat pusat, Upacara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila Tahun 2020 dipusatkan di Monumen Pancasila Sakti Jakarta dengan memperhatikan hal-hal sebagai berikut:
1) Upacara dilaksanakan secara sederhana dan khidmat, sangat minimalis, dan mematuhi protokol kesehatan pencegahan COVID-19.

2) Komposisi petugas upacara di Monumen Pancasila Sakti terdiri dari atas
- Komandan upacara sebanyak 1 orang, cadangan 1 orang;
- Pasukan upacara sebanyak 20 orang, cadangan 8 orang;
- Korps musik sebanyak 35 orang; serta
- MC sebanyak 1 orang, cadangan 1 orang.

3) Hadir pada Upacara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila 1 Oktober 2020:
- Inspektur Upacara : Presiden Republik Indonesia
- Pembaca Teks Pancasila : Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat RI
- Pembaca Naskah UUDNRI Tahun 1945 : Ketua Dewan Perwakilan Daerah RI
- Pembaca dan Penandatangan

IKRAR : Ketua Dewan Perwakilan Rakyat RI
- Pembaca Doa : Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan RI
- Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI
- Panglima TNI
- Kepala Kepolisian Republik Indonesia

Penyelenggaraan di Luar Negeri:

Di luar negeri, Upacara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila Tahun 2020 dilaksanakan di Kantor Perwakilan RI. Upacara dilaksanakan harus dilakukan dengan protokol kesehatan pencegahan COVID-19. Berikut urutannya:
1. Penghormatan umum kepada Inspektur Upacara, dipimpin oleh Komandan Upacara
2. Laporan Komandan Upacara, upacara siap
3. Mengheningkan cipta dipimpin oleh Inspektur Upacara
4. Pembacaan Teks Pancasila
5. Pembacaan Naskah Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945
6. Pembacaan Naskah Ikrar
7. Pembacaan Naskah Doa
8. Andhika Bhayangkari
9. Laporan Komandan Upacara, upacara selesai
10. Penghormatan umum kepada Inspektur Upacara
11. Upacara selesai

Penyelenggaraan di Tingkat Daerah:

Di tingkat daerah, untuk wilayah zona hijau dan kuning, Upacara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila Tahun 2020 dilaksanakan di Kantor Pemerintah Provinsi/Kabupaten/Kota mulai pukul 08.00 waktu setempat. Dan kantor Perwakilan/Lembaga yang ada di daerah mengikuti upacara yang dilaksanakan oleh Pemerintah Provinsi/Kabupaten/Kota. Upacara dilaksanakan secara sederhana dan mematuhi protokol kesehatan pencegahan COVID-19.

1. Penghormatan umum kepada Inspektur Upacara, dipimpin oleh Komandan Upacara
2. Laporan Komandan Upacara, upacara siap
3. Mengheningkan cipta dipimpin oleh Inspektur Upacara
4. Pembacaan Teks Pancasila
5. Pembacaan Naskah Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945
6. Pembacaan Naskah Ikrar
7. Pembacaan Naskah Doa
8. Andhika Bhayangkari
9. Laporan Komandan Upacara, upacara selesai
10. Penghormatan umum kepada Inspektur Upacara
11. Upacara selesai

Sedangkan daerah zona oranye dan merah bisa mengikuti upacara siaran Televisi Republik Indonesia (TVRI) atau siaran langsung di kanal YouTube Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

(idn/idn)