Vaksin Ditarget Beredar Januari, Andre Minta 2 BUMN Dilibatkan Sertifikasi

Tim detikcom - detikNews
Rabu, 30 Sep 2020 09:41 WIB
Erick Thohir dan Andre Rosiade/Dok Istimewa
Andre Rosiade/Dok Istimewa
Jakarta -

Pemerintah menargetkan vaksin anti virus corona atau Covid-19 sudah bisa beredar di masyarakat pada Januari 2021 mendatang. Anggota Komisi VI DPR Andre Rosiade meminta agar BUMN dilibatkan dalam sertifikasi vaksin tersebut.

Untuk diketahui, vaksin tersebut kini sudah dilakukan tahap uji klinis fase ketiga oleh PT Bio Farma. Namun, sebelum vaksin tersebut di produksi massal, harus dilakukan pengkajian proses produksi dan sertifikasi halal oleh lembaga terkait seperti Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) di bawah Kementerian Agama (Kemenag), maupun Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-obatan, dan Kosmetika Majelis Ulama Indonesia (LPPOM MUI).

Karena itu, Andre selaku Anggota Komisi VI DPR RI yang membidangi masalah BUMN, meminta agar proses sertifikasi halal itu juga dapat melibatkan Perusahaan-perusahaan BUMN yang fokus dalam bidang analisis, survei, inspeksi, konsultasi, dan sertifikasi seperti PT Sucofindo serta PT Surveyor Indonesia.

Andre mengatakan, khususnya PT Sucofindo juga memiliki kewenangan dalam melakukan sertifikasi, audit dan assessment yang berkenaan dengan manajemen terkait Hazard Analysis dan Critical Control Point (HACCP) serta Good Manufacturing Practices (GMP) pada industri farmasi dan industri makanan dan minuman.

"Bahwa ini perlu kita komunikasikan ke Kementerian BUMN dan PT. Bio Farma bahwa itu dibagi rata saja untuk project sertifikasi halal vaksin Covid 19, antara sucofindo dan surveyor indonesia. Kita minta keduanya juga bisa terlibat," ungkap Andre saat Rapat Dengar Pendapat bersama Dirut PT Surveyor Indonesia dan PT. Sucofindo bersama Komisi VI DPR RI di Gedung DPR Senayan, Jakarta, Selasa (29/9/2020).

Andre yang juga merupakan Anggota Dewan Pembina DPP Partai Gerindra itu menjelaskan, dengan melibatkan kedua perusahaan BUMN tersebut yakni PT Sucofindo serta PT Surveyor Indonesia, maka hal itu dapat menyelamatkan keuangan perusahaan tersebut ditengah masa pandemi saat ini.

"Tolong jadi catatan, Biar Adil, bahwa project sertifikasi halal vaksin itu diberikan juga kepada Sucofindo dan Surveyor Indonesia. jangan sampai salahsatu ditinggalkan. karena mereka berdua mengalami situasi pandemic covid. cash flow mereka terganggu, dan ini bisa menyelamatkan neraca keuangan perusahaan mereka karena menghadapi covid 19," tutur Andre.

(fjp/fjp)