KPK Tahan 2 Tersangka Kasus Korupsi Proyek Jembatan Bangkinang

Kadek Melda Luxiana - detikNews
Selasa, 29 Sep 2020 18:45 WIB
Gedung KPK
Gedung KPK (Ari Saputra/detikcom)
Jakarta -

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menahan dua tersangka kasus dugaan korupsi proyek Jembatan Waterfront City atau Jembatan Bangkinang di Kampar, Riau. Keduanya adalah pejabat pembuat komitmen pembangunan jembatan, Adnan, dan Manajer Wilayah II PT Wijaya Karya I Ketut Suarba.

"Untuk kepentingan penyidikan, tersangka ADN dan IKT ditahan rutan masing-masing selama 20 hari ke depan terhitung sejak 29 September 2020 sampai dengan tanggal 18 Oktober 2020," kata Wakil Ketua KPK Lili Pintauli Siregar di gedung KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Selasa (29/9/2020).

Adnan dan I Ketut akan ditahan selama 20 hari. Lili mengatakan kedua tersangka ditahan di rumah tahanan (rutan) cabang KPK. Sebelum ditahan, keduanya akan dilakukan isolasi secara mandiri di rutan KPK kaveling C1.

"Ditahan di Rutan Cabang KPK Gedung Merah Putih. Sebelumnya akan dilakukan isolasi mandiri terlebih dahulu di Rutan KPK Kavling C1 dalam rangka pencegahan penyebaran wabah COVID-19," ujarnya.

Lili mengatakan keduanya ditetapkan sebagai tersangka sejak Maret 2019. Dalam kasus yang merugikan negara sebesar Rp 50 miliar ini, Adnan dan Suarba diduga telah menguntungkan diri sendiri dan merugikan negara.

"KPK menetapkan ADN dan IKT pada 14 Maret 2019 dengan dugaan para tersangka telah menguntungkan diri sendiri atau orang lain atau suatu korporasi, menyalahgunakan kewenangan, kesempatan, atau sarana yang ada padanya karena jabatan atau kedudukan yang dapat merugikan keuangan negara atau perekonomian negara dalam pengadaan dan pelaksanaan pekerjaan pembangunan Jembatan Waterfront City atau Jembatan Bangkinang Tahun Anggaran 2015-2016 di Kabupaten Kampar, Riau," tuturnya.

Lili menuturkan, selama proses penyidikan berlangsung, ada 73 saksi yang diperiksa. Mereka terdiri atas pihak Pemerintah Kabupaten Kampar, anggota DPRD, hingga ahli konstruksi.

"Dalam proses penyidikan, KPK telah memeriksa 73 orang saksi, terdiri atas pihak Pemkab Kampar, Pokja PBJ Kabupaten Kampar, DPRD Kabupaten Kampar, peserta lelang, pelaksana proyek dan pihak subkontraktor serta juga telah pula meminta keterangan ahli pengadaan barang dan jasa dan ahli konstruksi," ucapnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2