Tekan Defisit Daging, MPR Dukung Awak Pesawat Garuda Buat Peternakan Domba

Yudistira Imandiar - detikNews
Selasa, 29 Sep 2020 13:24 WIB
Bamsoet dan KOAPGI
Foto: MPR
Jakarta -

Koperasi Awak Pesawat Garuda Indonesia (KOAPGI) bersama Koperasi Jasa Peternak Indonesia Citra Berdikari berkolaborasi mengembangkan peternakan domba. Jalinan kerja sama tersebut mendapatkan dukungan dari Ketua MPR RI Bambang Soesatyo.

Bamsoet, sapaan akrab Ketua MPR, menilai Langkah pengembangan UMKM di tengah pandemi COVID-19 ini harus mendapatkan perhatian serius serta bantuan dari pemerintah. Apalagi, peternakan domba dapat mengurangi impor dari negara lain dan menekan defisit perdagangan kambing dan domba. Hal itu dikatakan Bamsoet saat menerima kunjungan pengurus KOAPGI di ruang kerja Ketua MPR, Senin (28/9).

"Neraca perdagangan daging kambing dan domba Indonesia dari tahun ke tahun selalu defisit, dan trennya meningkat sebesar 18,77 persen per tahun. Impor terbesar dari Australia dan Amerika Serikat. Pengembangan usaha peternakan domba yang dilakukan KOAPGI, diharapkan bisa menekan impor serta menjaring pasar luar negeri," ujar Bamsoet dalam keterangannya, Selasa (29/9/2020).

Ketua DPR RI ke-20 ini memaparkan, berdasarkan data Badan Pusat Statistik, produksi daging domba Indonesia di tahun 2019 sebesar 91.039 ton, lebih besar dibanding 2018 sebesar 82.274 ton. Kementerian Pertanian memperkirakan, dalam rentang waktu lima tahun, mulai 2019 hingga 2023, diproyeksikan produksi daging domba Indonesia mengalami peningkatan dengan rata-rata sebesar 1,85 persen per tahun.

"Dengan membuka usaha peternakan domba, KOAPGI turut berkontribusi membuka lapangan usaha baru. Karenanya, perlu dukungan financial dari perbankan maupun pemerintah melalui Kementerian UMKM," jelas Bamsoet.

Bamsoet menambahkan, UMKM akan mendapatkan bantuan sekitar Rp 48,8 triliun dari total anggaran Rp 356,9 triliun untuk program Pemulihan Ekonomi Nasional tahun anggaran 2021. Anggaran tersebut digunakan, antara lain untuk subsidi bunga KUR, pembiayaan UMKM, penjaminan serta penempatan dana di perbankan.

"Sedangkan dalam PEN 2020, berbagai fasilitas untuk UMKM juga sudah diberikan, antara lain Rp 34,15 triliun untuk subsidi bunga, Rp 28,06 triliun untuk insentif pajak, dan Rp 6 triliun untuk penjaminan kredit modal kerja baru. KOAPGI bisa memanfaatkan peluang bantuan tersebut, karena pemerintah serius memajukan UMKM," urai Bamsoet.

(mul/mpr)