Round-Up

Duka Edhy Prabowo Ditinggal Anak Buah Meninggal karena Corona

Tim Detikcom - detikNews
Selasa, 29 Sep 2020 08:00 WIB
Jokowi kenalkan jajaran kabinet, prabowo subianto, nadiem, edhy prabowo, syahrul yasin limpo, tito karnavian
Foto: Edhy Prabowo. (Andhika Prasetia/detikcom).

Sebelum meninggal dunia, Aryo Hanggono sempat mendapat perawatan insentif di RSPAD. Aryo juga sempat masuk ruang Unit Perawatan Intensif (Intesive Care Unit/ICU).

Aryo menjabat sebagai Dirjen PRL KKP terhitung baru 6 bulan setelah dilantik oleh Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo pada Maret 2020. Aryo sebelumnya menduduki posisi Pelaksana Tugas (Plt) pada jabatan tersebut.

Sekitar dua bulan lalu, Aryo juga sempat ditugaskan menjadi Plt Dirjen Perikanan Tangkap menggantikan Zulficar Mochtar. Posisi itu diemban pada 14 Juli hingga 18 Agustus 2020.

Aryo bisa dibilang orang lama di sektor kelautan dan perikanan. Dia mengawali karir pada tahun 2000-2002 sebagai Kepala Sub Direktorat Usaha Jasa Kelautan, Departemen Kelautan dan Perikanan. Kemudian pada 2002-2003 sebagai Kepala Bidang Teknologi Eksplorasi dan Eksploitasi, Deprartemen Kelautan dan Perikanan.

Berdasarkan biodata resmi yang diterima detikcom, diketahui pada 2003-2004 Aryo juga pernah sebagai Kepala Bidang Pengawasan dan Perlindungan, Departemen Kelautan dan Perikanan. Lanjut pada 2004-2005 sebagai Kepala Bidang Pemantauan dan Perlindungan, Departemen Kelautan dan Perikanan.

Selama tiga tahun Aryo juga pernah menjabat sebagai Kepala Bidang Pelayanan Teknis, Departemen Kelautan dan Perikanan. Sampai 2018, akhirnya dia diangkat sebagai Kepala Pusat, Pusat Riset Teknologi Kelautan, Departemen Kelautan dan Perikanan.

Kemudian di KKP pada 2010-2012 menjadi Kepala Pusat, Pusat Pengkajian dan Perekayasaan Teknologi Kelautan dan Perikanan, Kementerian KKP. Lalu lanjut menjadi Sekretaris Badan Penelitian dan Pengembangan, Kementerian KKP sampai 2014.

Pada 2014-2015, dia menjadi Kepala Pusat, Pusat Pengkajian dan Perekayasaan Teknologi Kelautan dan Perikanan, Kementerian KKP dan di tahun yang sama dilantik sebagai Dirjen Sumber Daya Ikan Kementerian KKP.

Kemudian, pada Aryo pernah menjabat sebagai Staf Ahli Bidang Ekologi dan Sumber Daya Laut KKP yang saat itu dilantik oleh menteri sebelumnya Susi Pudjiastuti pada Agustus 2015. Hingga akhirnya menjadi Dirjen PRL. Kini, Aryo harus mengakhiri masa jabatannya di KKP di usia 55 tahun.

Meski merasa berduka, Edhy Prabowo dan jajaran KKP tetap akan bekerja seperti biasa. Edhy memastikan KKP tak akan lockdown sebab sebagai pelayan publik, KKP disebut harus tetap beroperasi. Hanya saja, wajib menerapkan protokol kesehatan dengan tingkat kewaspadaan tinggi.

"Coba (lihat) nanti, tapi enggaklah (di lockdown). Kita kan pelayanan publik, kita tetap berjalan tapi tingkat kewaspadaan tinggi," kata Edhy Prabowo.

Dijelaskan bahwa yang bekerja di kantor saat ini dibatasi dan hanya untuk pegawai yang dinyatakan sehat. Sebagian besar pegawai KKP bekerja dari rumah atau work from home (WFH). Edhy mengatakan, pihaknya juga telah menyewa bus khusus KKP untuk menjemput para pegawai yang bekerja di kantor.

"Sebagian besar WFH, yang kerja di kantor dibagi, digilir, itu pun yang sehat-sehat saja, yang masih kuat-kuat. Terus kita kan sudah melakukan proses penjemputan sendiri dengan sewa bus," ucapnya.

"Kita minta tetap harus dilayani, makanya kita nggak boleh berhenti melayani publik karena di sini kekuatan ekonomi kita," tambah Edhy.

Selanjutnya
Halaman
1 2 3