Dapat Pinjaman Rp 12,5 T dari Pusat, Ini 7 Proyek Prioritas Pemprov DKI

Eva Safitri - detikNews
Senin, 28 Sep 2020 19:26 WIB
Gedung Balai Kota DKI Jakarta.
Gedung Balai Kota DKI Jakarta (Ari Saputra/detikcom)
Jakarta -

Pemprov DKI Jakarta telah mendapat dana pinjaman dari Kementerian Keuangan (Kemenkeu) sebesar Rp 12,5 triliun. Ada 7 kegiatan yang akan diprioritaskan dalam penggunaan dana tersebut.

Kegiatan itu tertuang dalam Keputusan Gubernur (Kepgub) DKI Jakarta Nomor 986 Tahun 2020 tentang Tim Pinjaman Pemulihan Ekonomi Nasional Daerah.

Kegiatan pertama ialah peningkatan infrastruktur pengendalian banjir. Proyeknya meliputi satu pembangunan polder pengendali banjir, revitalisasi pompa pengendali banjir, pembangunan waduk pengendali banjir, serta peningkatan kapasitas sungai dan drainase kali kewenangan Kementerian PUPR.

Kemudian, pembangunan tanggul pengaman pantai (NCICD A), pembangunan drainase vertikal, sistem informasi penunjang banjir, penataan kawasan Kota Tua (Kali Besar), dan penataan kawasan Pasar Baru (Kali Ciliwung Pasar Baru).

Kemudian kegiatan kedua adalah peningkatan layanan air minum. Dengan proyek meliputi pembangunan Instalasi Pengolahan Air (IPA), suplai air bersih, dan pengadaan IPA mobile.

Lalu, kegiatan ketiga adalah peningkatan infrastruktur pengelolaan sampah dengan proyek pembangunan refuse derived fuel plant, dan landfill mining di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang.

Kemudian kegiatan keempat peningkatan infrastruktur transportasi, dengan proyek meliputi penyelesaian pembangunan simpang tidak sebidang (STS) berupa flyover, underpass, dan jembatan. Kelima, peningkatan infrastruktur pariwisata kebudayaan dengan penyelesaian proyek pembangunan atau revitalisasi Taman Ismail Marzuki (TIM).

Selanjutnya, kegiatan keenam berupa peningkatan infrastruktur olahraga dengan penyelesaian proyek pembangunan Jakarta International Stadium (JIS). Kegiatan terakhir, transformasi digital dengan proyek pengembangan dan pengelolaan ekosistem provinsi cerdas dan kota cerdas.

Sebelumnya diberitakan, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil sepakat mendapat pinjaman dari PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI). Pinjaman tersebut untuk program pemulihan ekonomi di daerah masing-masing.

Pinjaman yang diberikan ke dua daerah itu sekitar Rp 16,5 triliun. Di mana DKI Jakarta sebesar Rp 12,5 triliun dan Jawa Barat sebesar Rp 4 triliun.

(eva/jbr)