Harapan Ekspatriat di Arab Saudi untuk Umroh: Tak Sabar Mengelilingi Kakbah

Puti Yasmin - detikNews
Senin, 28 Sep 2020 17:36 WIB
Dua masjid suci umat Islam, Masjidil Haram dan Masjid Nabawi akan segera dibuka kembali di tengah pandemi Corona. Hal ini tentu menjadi kabar gembira bagi umat islam di seluruh dunia.
Foto: Getty Images/Abid Katib/Harapan Ekspatriat di Arab Saudi untuk Umroh: Tak Sabar Mengelilingi Kakbah
Jakarta -

Pemerintah Arab Saudi akhirnya mulai membuka pelayanan umroh setelah ditangguhkan hampir 7 bulan lamanya. Keputusan itu pun membuat harapan banyak bagi umat Muslim, termasuk Sattam Jassar.

Sattam Jassar merupakan seorang ekspatriat dari Yaman. Ia sendiri telah bekerja bertahun-tahun di Arab Saudi dan merasa bahwa umroh harus segera dibuka kembali karena tidak semua orang bisa merasakan kesempatan mengunjungi Baitullah.

"Saya merasa pandemi ini akan segera berakhir dan saya bisa umroh dengan nyaman. Banyak ekspatriat di Arab Saudi yang izin tinggalnya telah berakhir dan bersiap kembali ke negaranya. Saya percaya, orang-orang ini harus diberi kesempatan untuk menunaikan ibadah haji karena mungkin mereka tidak mendapatkan kesempatan lagi mengunjungi Masjidil Haram di Mekkah," ungkap dia seperti dikutip dari Arab News, Senin (28/9/2020).

Selain itu, ekspatriat lainnya yang berprofesi sebagai sopir Saleh Al Qudaimi berharap ia bisa menjadi bagian dari kelompok yang menjalani ibadah umroh di fase pertama. Ia berharap bisa menjalani ibadah umroh sebelum pulang ke negara asalnya.

"Anda tidak bisa membayangkan betapa tidak sabar saya mengenakan pakaian putih dan mengelilingi Kakbah yang sakral. Pandemi ini telah membuat saya kehilangan kesenangan yang saya rasakan ketika berada di Masjidil Haram. Saya ingin umroh setidaknya sekali lagi dalam hidup saya," terangnya.

Sementara itu, ia menjelaskan bahwa pemerintah Arab Saudi sendiri telah berhasil dengan pelaksanaan haji kemarin. Ia percaya bahwa hal ini akan berhasil pada pembukaan umroh mendatang.

"Tanpa kasus COVID-19 yang terdaftar, haji terakhir sukses dan ini tidak mungkin terjadi jika tidak ada pengelolaan haji yang profesional. Manajemen ini akan membuat umroh menjadi kisah sukses lainnya dengan protokol kesehatan," tutupnya.

(pay/erd)