Tanah Longsor di Tarakan Kaltara, 11 Warga Tewas dan 3 Luka

Idham Kholid - detikNews
Senin, 28 Sep 2020 14:16 WIB
Longsor di Kaltara, Kaltara.
Foto: Longsor di Kaltara, Kaltara. (Dok BNPB)
Jakarta -

Tanah longsor terjadi di wilayah Kota Tarakan, Kalimantan Utara (Kaltara). Sebanyak 11 warga tewas dan 3 orang luka-luka akibat longsor itu.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengatakan longsor terjadi pada Senin (28/9/2020) sekitar pukul 01.30 WIT. Hingga pukul 11.35 WIB, BNPB mencatat warga meninggal dunia di dua kecamatan, yakni Kecamatan Tarakan Utara dan Tarakan Tengah.

"Jumlah korban meninggal dunia sebanyak 7 orang dan luka-luka 3 di Kecamatan Tarakan Utara, sedangkan korban meninggal 4 orang di Tarakan Tengah," Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Raditya Jati dalam keterangannya.

Wilayah terdampak longsor yakni Kelurahan Juanta Permai, Tarakan Utara dan 2 kelurahan di Tarakan Tengah, yakni Juanta Kerikil dan Selumit Pantai. Salah satu pemicu longsor yakni hujan dengan intensitas tinggi pada Minggu (27/9). Selain korban jiwa, bencana ini berdampak pada 19 rumah warga.

"BNPB terus memantau perkembangan penanganan darurat oleh BPBD Kota Tarakan dan BPBD Provinsi Kalimantan Utara. Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD melakukan upaya penanganan darurat, seperti evakuasi warga dan kaji cepat, serta berkoordinasi dengan instansi terkait," ujarnya.

Selain itu, BPBD Provinsi Kalimantan Utara juga berkoordinasi dengan BPBD Kota Tarakan terkait penyaluran bantuan kepada korban. Berdasarkan informasi dari BPBD Kota Tarakan, kondisi cuaca terakhir pada Senin (28/9), pukul 11.00 WIB, hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi di lokasi bencana.

"Selama masa pancaroba dan menjelang musim hujan, masyarakat diimbau untuk tetap waspada dan siap siaga. Pencegahan dan kesiapsiagaan di tingkat keluarga dan komunitas menjadi elemen untuk tetap selamat di tengah ancaman bahaya hidrometeorologi," tuturnya.

(idh/imk)