Silang Pendapat Pimpinan KPK, PAN Minta Ada Evaluasi Mundurnya Pegawai

Rahel Narda Chaterine - detikNews
Senin, 28 Sep 2020 13:46 WIB
Logo, ilustrasi, gedung Komisi Pembarantasan Korupsi (KPK)
Foto: Ari Saputra
Jakarta -

Wakil Ketua Komisi III DPR Pangeran Khairul Saleh tidak mempermasalahkan adanya silang pendapat antara pimpinan KPK Nawawi Pomolango dan Nurul Ghufron terkait mundurnya sejumlah pegawai KPK. Namun dia mendorong evaluasi terkait pengunduran diri para pegawai.

"Kita tidak mempertentangkan kalau ada beda pendapat, yang perlu kita dorong agar KPK ke depan lebih kuat dalam menjalankan tugasnya dan senantiasa melakukan evaluasi atas kinerjanya agar penanganan korupsi terutama kasus-kasus besar dapat diselesaikan," ujar Pangeran Khairul Saleh kepada wartawan pada Senin (28/9/2020).

Politikus PAN ini menyayangkan kejadian mundurnya sejumlah pegawai di KPK. Terlebih, menurutnya, saat ini KPK sedang giat dalam memberantas kasus korupsi.

"Sangat disayangkan atas mundurnya beberapa pegawai KPK di saat pemerintah sedang giat-giatnya melakukan pemberantasan korupsi dan di saat KPK di bawah pimpinan episode kelima sedang mulai bergerak dengan semangat memberantas korupsi dan banyaknya kasus-kasus besar yang dihadapi," ujar Pangeran.

Dia berharap pimpinan KPK menjadikan pengunduran diri sejumlah pegawainya sebagai bahan evaluasi. Ia pun berharap KPK mendapatkan tenaga-tenaga profesional dan berkualitas.

"Kami berharap pimpinan KPK menjadikan hal tersebut sebagai bahan evaluasi dan kita berharap KPK ke depan akan lebih maju lagi dan mendapatkan tenaga-tenaga profesional dan berkualitas," tutur Pangeran.

Lebih lanjut, Pangeran menyoroti mundurnya Eks Juru Bicara KPK Febri Diansyah. Menurutnya, wajar apabila Febri mengundurkan diri guna mencari kesempatan untuk berkarya di tempat lain.

"Setiap orang pasti memiliki alasan tersendiri termasuk kemungkinan tidak sesuainya kondisi yang diinginkan atau sebab lainnya," ujar Pangeran.

Diketahui, sejumlah pegawai KPK telah mengundurkan dari lembaga antirasuah itu. Salah satunya eks Jubir KPK Febri Diansyah.

Pimpinan KPK Nurul Ghufron mengistilahkan KPK sebagai tempat pertempuran, sehingga dia lebih menghargai orang-orang yang masih bertahan di KPK. Ghufron menyebut KPK adalah candradimuka bagi para pejuang antikorupsi.

"Tapi kami sangat berbesar hati dan berbangga kepada mereka yang bertahan di dalam KPK bersama kami kini dengan segala kekurangan KPK saat ini. Pejuang itu tak akan meninggalkan gelanggang sebelum kemenangan diraih. Selamat kepada mereka yang masih mampu setia mencintai KPK," kata Ghufron.

Hal itu dibalas sesama pimpinan KPK, Nawawi Pomolango. Bagi Nawawi, para pegawai KPK yang akhirnya memilih mundur dari KPK seharusnya tidak dipandang sebelah mata.

"Ini bukan soal pejuang dan pecundang, tapi pilihan dengan pemikiran," kata Nawawi.

Simak video 'PA 212 Akan Gelar Nobar G30S/PKI di Berbagai Daerah':

[Gambas:Video 20detik]

(hel/tor)