Mantap! Mahasiswa UIR Dapat Modal Usaha Rp 200 Juta dari Pertamina

Yudistira Imandiar - detikNews
Senin, 28 Sep 2020 13:29 WIB
Tim juri program Kampuspreneur yang digelar Pertamina di Universitas Islam Riau menetapkan 20 proposal wirausaha terbaik dari para mahasiswa dan mahasiswi.
Foto: Dok. Pertamina
Jakarta -

Tim juri program 'Kampuspreneur' yang diselenggarakan PT Pertamina (Persero) di Universitas Islam Riau (UIR) menetapkan 20 proposal wirausaha terbaik dari para mahasiswa dan mahasiswi. Mereka akan mendapatkan bantuan modal Rp 200 juta dan mentoring kewirausahaan.

Program Kampuspreneur diselenggarakan di UIR sejak Juli 2014, yang diawali dengan agenda workshop. Selanjutnya para mahasiswa menyetorkan proposal untuk memperoleh bantuan usaha.

Tercatat ada 150 pendaftar dengan 86 proposal. Selanjutnya proposal yang masuk diseleksi oleh lima juri, dengan rincian dua juri dari Kampus UIR, dua juri dari praktisi eksternal, dan satu juri dari Pertamina.

Pengumuman 20 proposal terbaik dilaksanakan secara online pada Kamis (24/9). Agenda tersebut dihadiri oleh Rektor UIR Prof Dr H Syafrinaldi SH MH, Wakil Rektor III UIR Ir H Rosyadi, M.Si, dan VP CSR SMEPP Pertamina Arya Dwi Paramita.

"Dari rapat pleno yang sudah dilakukan, telah disepakati 20 proposal terbaik yang mendapat bantuan modal dan mentoring dengan total bantuan Rp 200 juta. Mahasiswa UIR yang mengikuti program ini ayo bersiap kembangkan usahanya," kata VP Corporate Communication Pertamina Fajriyah Usman dalam keterangan tertulis, Senin (28/9/2020).

Program Kampuspreuneur diadakan Pertamina guna membentuk mental dan pengetahuan kewirausahaan para mahasiswa UIR, agar dapat mengembangkan usahanya secara mandiri.

"Di Riau ini kami tidak hanya fokus pada operasional perusahaan dan persiapan alih kelola Blok Rokan saja, melainkan juga aspek sosial ekonomi seluruh lapisan masyarakat, termasuk meningkatkan kualitas generasi muda Riau," imbuh Fajriyah.

Fajriyah merinci, kondisi pandemi COVID-19 memperburuk angka pengangguran di Riau. Ada 7.160 pengangguran, dan angka kemiskinan meningkat menjadi 23.776 jiwa. Salah satu usaha menekan angka pengangguran dan kemiskinan di Riau, lanjut Fajriyah, yaitu dengan menggairahkan UMKM, terutama di kalangan generasi muda.

"Kami ingin agar mahasiswa yang merupakan generasi muda di Riau bisa memulai usahanya dengan baik dan menjadi mandiri serta menjadi motor penggerak ekonomi di Riau. Karena kita tahu, UMKM merupakan salah satu penopang ekonomi suatu daerah, bahkan negara," papar Fajriyah.

(akn/ega)