Jelang Pilkada 2020, Wakil Ketua MPR: Ciptakan Suasana Sejuk

Inkana Putri - detikNews
Senin, 28 Sep 2020 11:53 WIB
Wakil Ketua MPR Syarief Hasan
Foto: Dok. MPR
Jakarta -

Pilkada 2020 akan diselenggarakan pada 9 Desember di 270 daerah dan melibatkan sekitar 105 juta pemilih. Wakil Ketua MPR RI Syarief Hasan meminta masyarakat tetap mengedepankan persatuan dan kesatuan di Pilkada 2020 mendatang.

"Ciptakan suasana sejuk serta mengedepankan persatuan dan kesatuan dalam Pilkada 2020," ujar Syarief dalam keterangannya, Senin (28/9/2020).

Hal itu ia sampaikan dalam Seminar Nasional Kebangsaan MPR yang di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Minggu (27/9). Acara Seminar bertemakan 'Menjaga Nilai-Nilai Persatuan Dalam Menyongsong Pilkada 2020' ini diikuti oleh ratusan masyarakat. Namun dalam pelaksanaannya, Syarief menegaskan agar tetap menerapkan protokol kesehatan yang ketat selama acara berlangsung

"Acara disambut antusias oleh masyarakat namun protokol kesehatan tetap dijalankan," tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Syarief mengatakan saat ini MPR dipimpin oleh sepuluh orang. Menurutnya, MPR merupakan rumah kebangsaan, rumah seluruh rakyat Indonesia yang penuh dengan keragaman sehingga nilai-nilai persatuan dan kesatuan bangsa yang ada di MPR selalu dipikirkan, dikedepankan, dan dijaga.

"Mereka presentasi dari 9 partai politik yang lolos ke parlemen ditambah dengan 1 perwakilan kelompok DPD", tuturnya.

Syarief menambahkan sebagai rumah kebangsaan MPR mendengar seluruh aspirasi masyarakat, salah satunya melalui seminar tersebut. Seminar ini merupakan salah satu bentuk menjaring aspirasi masyarakat.

Dalam menjaring dan mendengar aspirasi masyarakat, Syarief mengaku dirinya sering mengunjungi berbagai perguruan tinggi di Indonesia karena merupakan lembaga yang diakui independent dan berpikir ilmiah.

"Saya selalu mendatangi kampus-kampus untuk mendengar suara dari para akademisi dan mahasiswa. Selain kampus, kita juga mendatangi berbagai kelompok masyarakat yang ada", tambahnya.

Ia menjelaskan aspirasi-aspirasi yang ada nantinya akan dikaji di MPR melalui badan-badan dan lembaga yang ada.

"Di Komisi Kajian Ketatanegaraan dan Badan Pengkajian MPR", paparnya.

Terkait Pilkada, pria asal Sulawesi itu berharap agar para calon kepala daerah lebih menyampaikan program, visi, dan misinya tanpa membawa masalah baru. Ia juga berharap Pilkada di Cianjur dan daerah lain mampu menghasilkan Pilkada yang berkualitas sehingga menghasilkan kepala daerah yang dipercaya oleh rakyat.

"Mari kita ciptakan suasana Pilkada yang sejuk serta mengedepankan rasa persatuan dan kesatuan", tuturnya.

Sementara itu Sesjen MPR RI Ma'ruf Cahyono menyampaikan beberapa Ketetapan MPR yang bisa dijadikan rujukan dalam menyelenggarakan Pilkada 2020. Ketetapan tersebut antara lain, Tap MPR No. V/2000 tentang Pemantapan Persatuan dan Kesatuan Nasional, Tap MPR No. VI/2001 tentang Etika Kehidupan Berbangsa, dan Tap MPR No. VII/2001 tentang Visi Indonesia Masa Depan.

"Ketetapan itu masih berlaku. Tap yang ada tidak hanya menjadi semangat namun juga rujukan", tambahnya.

Dalam pelaksanaan Pilkada 2020, dirinya juga berharap agar Pilkada yang berlangsung dapat dilaksanakan secara demokratis sehingga mampu menghasilkan kepala daerah yang kuat dan efektif.

Sebagai informasi, dalam seminar tersebut turut hadir mantan Komisioner KPU Andi Nurpati, Ketua Bawaslu Cianjur Hadi Dzikri Nur dan Rektor Universitas Suryakancana Dwidja Priyatno.

(akn/ega)