Jokowi: Mini-lockdown di Desa-Kantor Efektif, Jangan Generalisir Satu Provinsi

Tim detikcom - detikNews
Senin, 28 Sep 2020 10:14 WIB
Presiden Jokowi melantik lulusan IPDN di Istana Bogor, tahun 2020.
Foto: Biro Pers Sekretariat Presiden
Jakarta -

Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta intervensi pengendalian penyebaran virus Corona (COVID-19) berbasis lokal ditingkatkan. Presiden Jokowi meminta arahan ini diteruskan kepada pemerintah di tingkat kabupaten/kota dan provinsi.

"Yang berkaitan dengan intervensi berbasis lokal, perlu saya sampaikan sekali lagi pada komite bahwa intervensi berbasis lokal ini agar disampaikan kepada provinsi, kabupaten, kota," ujar Presiden Jokowi saat membuka Laporan Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional seperti disiarkan dalam channel YouTube Sekretariat Presiden, Senin (28/9/2020).

Presiden Jokowi mengatakan intervensi berbasis lokal atau pembatasan sosial berskala mikro (PSBM) lebih efektif dalam mengendalikan penularan virus. Presiden Jokowi menekankan lagi, mini-lockdown yang diterapkan berulang dinilai efektif.

"Artinya pembatasan berskala mikro baik itu di tingkat desa, kampung, RW/RW, kantor/ ponpes, saya kita itu lebih efektif. Mini-lockdown yang berulang itu akan lebih efektif," ucap Presiden Jokowi.

Presiden Jokowi mengingatkan pemerintah setempat tak menerapkan kebijakan lockdown secara general di wilayahnya. Menurut Presiden Jokowi, lockdown secara general di suatu wilayah dapat menimbulkan kerugian bagi banyak orang.

"Jangan sampai kita generalisir satu kota, kabupaten, apalagi provinsi. Ini akan merugikan banyak orang," tandas dia.

Tekan Penyebaran Corona, Jokowi: Mini Lockdown Lebih Efektif:

[Gambas:Video 20detik]



(aud/imk)