Heli Terbang Bubarkan Massa Aksi, Polda Sultra: Pilot Manuver Sendiri

Sitti Harlina - detikNews
Senin, 28 Sep 2020 09:53 WIB
Helikopter Polda Sultra terbang rendah di atas massa aksi setahun tewasnya Randy
Helikopter Polda Sultra saat terbang rendah membubarkan massa aksi. (dok. Istimewa)
Kendari -

Helikopter milik Polda Sulawesi Tenggara (Sultra) sempat terbang rendah untuk membubarkan massa aksi setahun tewasnya mahasiswa Universitas Halu Uleo (UHO) Randy dan Yusuf. Polda Sultra memastikan pilot dari heli tersebut melakukan manuver tanpa izin atasan.

"Pilotnya manuver sendiri," ujar Kabid Humas Polda Sultra AKBP Ferry Walintukan dalam keterangannya kepada detikcom di Kendari, Senin (28/9/2020).

Lebih lanjut Ferry menyebut helikopter tersebut terbang tanpa adanya izin dari Kapolda Sultra Irjen Yan Sultra Indrajaya. "Tanpa izin," tegasnya.

Atas aksinya menerbangkan helikopter tanpa izin atasan, pilot heli saat ini tengah diperiksa Polda Sultra. "Saat ini sedang dalam riksa (pemeriksaan)," kata AKBP Ferry.

Diketahui, helikopter Polda Sultra itu sempat 3 kali terbang rendah di atas massa mahasiswa yang tengah berunjuk rasa di Mapolda Sultra pada Sabtu (26/9) lalu. Saat heli datang terbang rendah di atasnya, massa langsung kocar-kacir berlarian, debu dan sampah berterbangan di lokasi akibat baling-baling heli.

Saat heli pergi, massa kembali datang dan melakukan aksi, tapi heli tersebut kembali datang dan terbang rendah di atas mahasiswa. Ada 3 kali heli tersebut terbang di atas massa.

Sesaat setelah itu, Polda Sultra mengkonfirmasi bahwa pihaknya tidak mengetahui siapa yang memberi izin menerbangkan heli tersebut.

"Itu mi kita tidak tahu ini, siapa yang perintahkan helikopter (terbang) bubarkan massa aksi," ujar Kasubid Penmas Bidang Humas Polda Sultra Kompol Agus Mulyadi saat dimintai konfirmasi di Kendari, Minggu (27/9) lalu.

Lebih lanjut Kompol Agus menyebut Kapolda Sultra Irjen Yan Sultra Indrajaya juga sempat heran helikopter tersebut terbang membubarkan massa aksi. "Kapolda juga heran kenapa capungnya (helikopter) diterbangkan. Siapa yang perintahkan kita tidak tahu," tegasnya.

(nvl/idh)