5 Aksi KKB dalam 2 Bulan di Papua, Serang Pendeta-Aparat

Wilpret Siagian - detikNews
Minggu, 27 Sep 2020 22:28 WIB
Kabid Humas Polda Papua Kombes Ahmad Musthofa Kamal.
Foto: Kabid Humas Polda Papua Kombes Ahmad Musthofa Kamal. (Istimewa)
Jakarta -

Aksi teror dari Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Intan Jaya, Papua dalam kurun waktu dua bulan terakhir ini membuat ketakutan bagi masyarakat. Polisi mencatat ada 5 aksi kekerasan dari KKB di Intan Jaya yang mengakibatkan jatuhnya korban jiwa.

"Selama dua bulan terakhir ada 5 aksi kekerasan yang dilakukan KKB di Intan Jaya, menyebabkan korban meninggal dunia dan luka-luka," ujar Kabid Humas Polda Papua, Kombes Ahmad Musthofa Kamal kepada wartawan di Jayapura, Minggu (27/9/2020).

Menurut Kamal, Salah satunya kejadian penembakan terhadap Pdt. Yeremia Zanambani yang terjadi pada hari Sabtu (19/9). Kasus itu saat ini tengah didalami oleh aparat TNI/Polri.

Selain kekerasan terhadap warga, lanjut Kamal, KKB juga melakukan aksi teror terhadap aparat TNI/Polri. Polisi mencatat ada 2 kali aksi teror KKB terhadap aparat TNI/Polri selama seminggu ini. 2 aksi teror itu terjadi pada Rabu (23/9/2020) di 2 tempat yakni di depan Kantor Bupati dan di Pasar Sugapa Kabupaten Intan Jaya.

Yang terakhir,aksi teror terjadi pada Jumat ( 25/9) lalu. Kelompok KKB tersebut melakukan aksi teror dengan menembak aparat gabungan TNI/Polri yang dalam perjalan pulang mengantar Wakapolda Papua setelah memimpin penyelidikan kematian Pdt. Yeremia Zanambani. Sempat terjadi kontak tembak di peristiwa tersebut.

"Dalam kontak tembak tersebut tidak ada korban jiwa," kata Kamal.

Kamal menambahkan, ada video yang diduga merupakan aksi teror dari KKB yang tersebar di media sosial. Video itu semakin membuat masyarakat ketakutkan.

"Pada video yang beredar di media sosial, di mana KKB melakukan aksi teror di Bandara Sugapa, dalam video yang berdurasi 5 menit ini masyarakat yang berada di sekitar lokasi berhamburan untuk menyelamatkan diri," jelasnya.

"Kami sangat prihatin dengan aksi kebiadapan KKB dimana telah melakukan pelanggaran HAM, di saat warga ingin hidup damai dan sejahtera di tanah ini KKB telah buat ketakutan dan apa yang mereka lakukan tersebut sudah tidak dapat ditolerir lagi " lanjutnya.

Untuk itu, pihak kepolisian akan melakukan penegakan hukum terhadap KKB Intan Jaya. Dia mengatakan, kehadiran TNI/Polri di tengah-tengah masyarakat untuk memberikan rasa aman sehingga masyarakat dapat melakukan aktivitas dengan aman dan nyaman tanpa adanya rasa takut atau teror yang dilakukan oleh KKB.

"Kami akan lakukan penegakan hukum terhadap siapa saja yang melakukan tindakan kriminal, apalagi sampai menghilangkan nyawa seseorang," jelasnya.

(ibh/idh)