Nasir Abas: Sangat Mudah Bahan Peledak Masuk Indonesia

Nasir Abas: Sangat Mudah Bahan Peledak Masuk Indonesia

- detikNews
Minggu, 15 Jan 2006 18:32 WIB
Solo - Mantan petinggi Al-Jamaah Al-Islamiyyah (JI), Nasir Abas menyebut banyak faktor penyebab umat Islam membenci dan memusuhi Amerika Serikat (AS) dan sekutunya. Kondisi itu dimanfaatkan pelaku teror untuk mencari anggota baru. Selain itu juga karena terlalu mudah bahan peledak masuk Indonesia.Dari berbagai faktor, menurut Nasir, setidaknya ada tiga faktor mendasar yang membuat hati umat Islam marah dan benci kepada AS dan sekutunya sehingga timbul rasa permusuhan. Demikian dipaparkannya dalam seminar 'Kekerasan atas nama agama, benarkah?' di Hotel Agas, Solo, Minggu (15/1/2006).Faktor pertama adalah tindakan pemerintah AS menduduki tanah suci Islam pada perang teluk pertama tahun 1990. Ini disusul serangan rudal AS kepada warga sipil muslim di Sudan, Afghanistan dan Irak. Kemarahan semakin dipupuk dengan dukungan Pemerintah AS kepada Israel dan perlakuan AS terhadap tahanan di Guantanamo.Faktor kedua adalah adanya penyataan atau fatwa dari sejumlah pemikir, tokoh, guri, ustadz, ulama, maupun para pemimpin organisasi Islam untuk melakukan serangan. "Sadar ataupun tidak mereka telah memprovokasi dengan faham yang keliru dengan memberikan pengertian keliru tentang ayat-ayat Al-Quran dan Hadits yang diambil sepotong-potong," ujarnya.Menurut Nasir, salah satu tokoh penting pemberi fatwa yang kemudian menjadi panutan pelaku 'serangan balas' itu adalah Osama Bin Laden. Dia yang menyatakan membunuh warga Yahudi, AS dan sekutunya baik sipil dan militer dimanapun mereka berada sebagai kewajiban setiap orang muslim."Di Indonesia Noordin dan kawan-kawan lalu mengajak kelompok-kelompok lain yang mendukung fatwa Osama. Selanjutnya dari kesepahaman itu lalu membentuk kelompok baru. Terbukti akhirnya mereka bisa menggandeng anggota dari kelompok lain seperti para anggota NII (Negara Islam Indonesia) maupun Kompak (Komite Penanggulangan Krisis)," paparnya."Jika sebelumnya polisi Indonesia hanya terfokus pada JI namun setelah terjadi peledakan bom di Kuningan, polisi baru memperhatikan lagi keberadaan NII karena memang pelaku bom Kuningan semua adalah orang-orang NII yang berhasil ditarik oleh kelompok Noordin," lanjut Nasir.Faktor ketiga adalah dampak tayangan tampak nyata di media massa dan internet tentang aksi-aksi bunuh diri baik di Palestina, serangan di WTC maupun di Irak dan lain-lainnya. "Dalam pemikiran mereka, kalau para pemuda di Palestina bisa melakukannya lalu mengapa kami tidak. Ini faktor cukup berpengaruh," kata Nasir.Bahan Peledak Mudah MasukKondisi di Indonesia semakin memperburuk dengan mudahnya bahan pembuat bom didatangkan. Nasir yang pernah memimpin Mantiqi III JI (meliputi Philipina Selatan, Kalimantan dan Sulawesi) tersebut mengaku mengetahui jalur aman untuk memasukkan bahan peledak dari Filipina ke Indonesia."Betapa sangat mudahnya bahan-bahan peledak masuk ke wilayah RI ini. Kalau memang Anda menginginkannya maka sekarang juga beri saya uang secukupnya, saya akan mendatangkan bahan-bahan itu dari Filipina ke Indonesia. Ini bisa lewat jalur Malaysia maupun jalur kepulauan Sangir di Sulawesi dan lain-lainnya, baik itu masuk secara legal maupun ilegal," tandasnya. (atq/)


Berita Terkait