Nasir Abas: Noordin Tak Mampu Rekrut Pembom Bunuh Diri

Nasir Abas: Noordin Tak Mampu Rekrut Pembom Bunuh Diri

- detikNews
Minggu, 15 Jan 2006 16:34 WIB
Solo - Noordin M Top bukan seseorang yang memiliki pengetahuan agama yang mendalam. Dia juga tidak memiliki kemampuan merekrut anggota baru. Noordin hanya memiliki kemampuan memotivasi seseorang melakukan bunuh diri. "NMT (Noordin M Top -red) adalah motivator bagi orang yang sudah punya keinginan untuk segera mati, yang demikian mempermudah baginya untuk mengarahkan orang tersebut menjadi pelaku bom bunuh diri." Hal tersebut diungkapan bekas petinggi Al-Jamaah Al-Islamiyyah (JI) Nasir Abas saat menjadi pembicara dalam seminar bertajuk 'kekerasan atas nama agama, benarkah?' yang digelar di Hotel Agas, Solo, Minggu (15/1/2006).Noordin, menurut Nasir memiliki kemampuan manajemen yang memadai. Hal itu telah terlihat sejak awal Noordin bergabung dalam kelompok JI yaitu ketika menjadi ketua fiah (kelompok kecil di JI) dan juga ketika menjadi ketua sebuah sekolah agama milik JI di Johor Bahru, Malaysia. Nasir menegaskan Noordin tidak memiliki dasar kemampuan militer memadai dan juga tidak mampu berbahasa Arab. Bahkan mantan ketua Mantiqi III JI ini menegaskan Noordin tidak memiliki pengetahuan agama yang mendalam dan tidak dapat membaca huruf 'Arab gundul'.Perlindungan dan Suplai SDMMeskipun warga Malaysia, lanjut Nasir, Noordin dan Azahari mudah melakukan aksi-aksinya di Indonesia. Mereka dianggap pahlawan dan guru oleh sebagian aktivis yang sepaham. "Karena itu mereka dilindungi dan bahkan dijuluki sebagai mujahid," tutur Nasir.Dalam perekrutan calon pelaku bunuh diri, lanjut Nasir, Noordin selama ini selalu mendapat bantuan dari orang-orang Indonesia. Orang yang membantu antara lain Abu Fida, Abdullah Sonata, Abdul Aziz. Ia mencontohkan Abu Fida yang memberikan muridnya Luthfi Haidaroh dan Urwah untuk mendampingi Noordin. Kedua orang yang fasih berbahasa Arab inilah yang kemudian mendidik Iwan Darmawan ilmu kemiliteran di Pelabuhan Ratu. "Selanjutnya Iwan yang menyerahkan Hery Golun sebagai pelaku bunuh diri," ujar Nasir.Namun Nasir enggan menyebut nama anggota kelompok tersebut yang ahli strategi dan ahli perakitan bom sepeninggal Azahari. "Noordin tidak memiliki kemampuan dalam bidang itu," cetusnya pendek.Namun ketika ditanya apakah Zukarnaen dan Dul Matin memiliki kemampuan dalam kedua bidang itu, Nasir membenarkannya. "Setahu saya mereka (Zulkarnaen dan Dul Matinm -red) mengusaia sekali, namun saya tidak tahu lagi perannya sekarang. Saya bukan anggota kelompok tersebut," kata Nasir kepada detikcom. (ton/)


Berita Terkait