Muhadjir Minta Dokter Jaga Keselamatan Diri Sebelum Orang Lain

Yulida Medistiara - detikNews
Minggu, 27 Sep 2020 17:30 WIB
Menko PMK Muhadjir Effendy
Foto: Dok Kemenko PMK
Jakarta -

Menko PMK Muhadjir Effendy berbicara tentang keahlian dan tanggung jawab sosial yang dimiliki organisasi profesi kedokteran. Muhadjir meminta dokter menjaga keselamatan diri terlebih dulu sebelum orang lain karena akan ada ongkos yang lebih besar bila keselamatan dirinya dikorbankan.

Awalnya, menurut Muhadjir, ada tiga komponen utama dari profesi kedokteran dan juga profesi yang lainnya. Yang pertama, expertise atau keahlian; kedua, social responsibility atau tanggung jawab sosial; dan yang ketiga, kesejawatan.

Rasa tanggung jawab sosial, menurut Muhadjir, adalah ketika seorang profesional mencintai pekerjaan dan keahliannya di atas segala-galanya. Kemudian manfaat dari profesi atau keahliannya itu dipersembahkan dan diabadikan untuk kepentingan orang banyak dan kepentingan masyarakat luas.

Rasa tanggung jawab sosial itu diperlukan oleh seorang dokter dalam menangani pasiennya karena dokterlah yang bertanggung jawab menyembuhkan penyakit. Tapi kalau tidak, sebaliknya, bisa membuat orang sakit. Kemudian, di situlah Muhadjir berbicara agar dokter mendahulukan keselamatannya karena akan bermanfaat bagi orang lain.

"Saya sangat paham kalau para dokter sekarang yang berada di garis depan menangani COVID-19 ini sampai mungkin lupa untuk keamanan dirinya sendiri, keselamatan dirinya sendiri, karena dituntut adanya tanggung jawab sosial itu. Akan tetapi, pada kesempatan ini, saya mengingatkan supaya dokter juga mau betul-betul menjaga keselamatan dirinya yang pertama sebelum menyelamatkan orang lain," kata Muhadjir dalam acara simposium virtual, yang ditayangkan di YouTube IDI Jabar, Minggu (27/9/2020).

"Kenapa? Ini bukan pikiran egois karena kalau sampai dokter ini keselamatannya terganggu, sampai hilang, maka kerugiannya bukan hanya pribadi yang mereka yang meninggal itu, tetapi masyarakat luas juga telah rugi karena kemanfaatannya kemudian hilang dan inilah yang penting," kata Muhadjir.

Sebab, menurut Muhadjir, jika seorang dokter meninggal, asas kemanfaatannya untuk orang lain juga akan menghilang. Dia meminta dokter menyelamatkan diri sendiri dan tidak teledor dalam bertugas.

"Karena itu pesan saya jangan atas nama tanggung jawab sosial kemudian para dokter mengorbankan segala-galanya. Itu memang pekerjaan sangat mulia, tetapi saya yakin kalau dokter itu pertama-tama menjaga dirinya, menjaga keselamatan dirinya, sama sekali tidak mengurangi tanggung jawab yang mulia itu," ungkapnya.

Kemudian ia menyebut diperlukan ada rasa kesejawatan, yakni tiap anggota bersama-sama mengasah kemampuannya dalam menangani pasien. Selanjutnya jika ada dugaan kesalahan yang dilakukan dokter, biarkan majelis etik organisasi profesi yang berperan.

"Jadi kedokteran sebagai profesi melibatkan para anggota-anggotanya untuk bersama-sama senasib sepenanggungan saling mengasah keterampilan, kemahirannya untuk memberikan pengabdian terbaik untuk masyarakat untuk bangsa dan negara," katanya.

Tonton juga 'Dokter Corona ke Jokowi: Nakes Kurang, Pasien Terus Bertambah':

[Gambas:Video 20detik]

(yld/dhn)