FSGI Harap Penyederhanaan Kurikulum Masukkan Muatan Sejarah Lokal

Wilda Hayatun Nufus - detikNews
Minggu, 27 Sep 2020 16:41 WIB
Education school test concept : Hands student holding pencil for testing exams writing answer sheet or exercise for taking fill in admission exam multiple carbon paper computer at university classroom
Foto: iStock
Jakarta -

Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI) meminta Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) untuk mengubah konsep mata pelajaran sejarah dalam mendukung penyederhanaan kurikulum 2013. FSGI mendorong adanya muatan sejarah lokal dalam peristiwa sejarah nasional yang dijadikan pembelajaran bagi siswa.

"Untuk mata pelajaran sejarah, penyederhanaan dilakukan untuk penguatan muatan sejarah lokal dalam konteks sejarah nasional Indonesia," kata Dewan Pakar FSGI Retno Listyarti dalam video konferensi, Minggu (27/9/2020).

Retno menuturkan saat ini banyak siswa yang hanya belajar peristiwa sejarah di luar tempat tinggal mereka. Jadi, kata Retno, hal inilah yang membuat siswa tidak mengenal peristiwa sejarah daerahnya.

"Peserta didik lebih banyak belajar peristiwa sejarah di luar lokal di mana mereka bertempat tinggal. Siswa yang belajar sejarah maritim tidak mengenal lokalnya sebagai wilayah maritim, terkecuali mereka yang tinggal di wilayah kerajaan maritim besar Indonesia dan tercantum dalam buku teks pelajaran sejarah," tuturnya.

Dalam hal ini, siswa menjadi tidak mengenal warisan yang ditinggalkan pendahulunya karena terpaku pada sejarah lokal wilayah lain. Hal ini pun, kata Retno, memunculkan adanya sikap bahwa lingkungannya tidak berkontribusi dalam sejarah bangsa.

"Sehingga peserta kurang atau bahkan tidak mengenal masyarakatnya dan perkembangan masyarakatnya pada masa lalu, nilai-nilai yang diwariskan, dan kontribusi masyarakatnya dalam perjalanan sejarah bangsa. Seolah-olah masyarakat sekitarnya tidak terlibat dalam peristiwa sejarah Indonesia, karena peristiwa yang dipelajari peserta didik adalah peristiwa yang jauh dari mereka, baik dalam unsur ruang lokal maupun dalam unsur waktu," tandasnya.

Diketahui, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim membantah isu penghapusan mata pelajaran sejarah. Nadiem menyebut tidak ada kebijakan penghapusan pelajaran sejarah di kurikulum nasional.

"Saya ingin mengklarifikasi beberapa hal, karena saya terkejut, betapa cepat informasi tidak benar menyebar tentang mapel (mata pelajaran) sejarah. Saya ucapkan tidak ada sama sekali kebijakan, regulasi, atau rencana penghapusan mata pelajaran sejarah di kurikulum nasional," ucap Nadiem dalam video di akun Instagram-nya, seperti dilihat detikcom, Minggu (20/9).

Nadiem menjelaskan saat ini sedang ada pengkajian untuk penyederhanaan kurikulum. Namun, tidak ada penghapusan mata pelajaran sejarah.

Tonton juga '5 Usulan FSGI ke Kemendikbud soal Pelajaran Sejarah':

[Gambas:Video 20detik]

(imk/imk)