LBH di Makassar Minta UIN Alauddin Usut Teror Video Call Sex ke Mahasiswi

Hermawan Mappiwali - detikNews
Minggu, 27 Sep 2020 13:12 WIB
“Semalam sudah diperiksa 4 siswa dengan orang tuanya, mereka mengaku dikirimi berbagi gambar porno,” ujar Hendy.

Sejauh ini polisi belum menemukan indikasi adanya tindak asusila terhadap 4 siswi yang dikirimi chat porno. Namun polisi masih melakukan pendalaman.
        
“Hingga tadi malam, dari keempat siswi yang kita periksa masih sebatas dikirim chat porno. Apabila dalam perkembangan penyidikan ada korban yang mendapat perilaku menyimpang, maka kita berikan trauma healing,” tutur Hendy.
Foto Ilustrasi (Fuad/detikcom)
Makassar -

LBH Apik Sulawesi Selatan (Sulsel) meminta pihak Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar turut serta mengusut kasus mahasiswi di kampus tersebut yang diteror video call sex yang menunjukkan alat kelamin pria.

"Sangat bisa kampus ini membuat tim untuk menyelidiki ini untuk membantu kerja-kerjanya kepolisian," kata Staf pelayanan hukum LBH Apik Sulawesi Selatan Andi Fajri Wahyuningsi kepada detikcom, Minggu (27/9/2020).

LBH Apik Sulawesi Selatan sendiri menerima laporan adanya 12 mahasiswi UIN Alauddin Makassar dari jurusan yang sama yang mengaku sebagai korban teror video call sex. LBH Apik juga telah mendampingi salah seorang korban saat membuat laporan pengaduan di Subdit Cyber Crime Polda Sulsel.

Uni, sapaan akrabnya, mengingatkan UIN Alauddin Makassar sudah selayaknya memiliki kebijakan dan fasilitas apabila ada mahasiswa atau pun mahasiswi yang mengalami kekerasan dan pelecehan seksual. Terlebih karena sekarang ini memasuki masa orientasi mahasiswa baru. Maka, kampus diminta menyiapkan strategi, setidak-tidaknya edukasi.

"Paling tidak edukasi terkait KS (kekerasan seksual) dan pelecehan seksual karena di sini ada potensi pelecehan seksual di masa orientasi kampus ini," katanya.

Uni juga meminta pihak kampus UIN Alauddin Makassar memberi jawaban atas maraknya pelecehan seksual. Kasus pelecehan seksual, seperti begal payudara di gang luar kampus, menjadikan mahasiswi sebagai korban atau juga kasus kamera di toilet pada akhir 2019 yang sebelumnya sudah pernah membuat heboh di UIN Alauddin Makassar.

"Menurut saya, kampus adalah salah satu tempat yang rentan terjadi pelecehan seksual, entah itu karena adanya ketimpangan relasi kuasa di dalamnya, dan kasus ini cuma salah satu yang meruak di media sosial terkait pelecehan seksual yang dialami para mahasiswi di UIN Alaudin," kata Uni.

"Sudah beberapa kali dan ada banyak laporan, dan menurut kami ini tanda tanya besar," tegas Uni.

Sementara itu, anggota LBH Apik lainnya, Nurhikmah Kasmar, mengatakan ada baiknya pihak kampus UIN Alauddin mengikuti pedoman di SK Dirjen Kemenag Nomor 5494 Tahun 2019 tentang pedoman pencegahan dan penanggulangan kekerasan seksual pada perguruan tinggi keagamaan Islam (PTKI).

"Sudah disebutkan kalau sebaiknya setiap universitas Islam yang termasuk dalam lingkup PTKAI memiliki wadah menangani kasus-kasus seperti ini," kata Nurhikmah saat dihubungi terpisah.

Dia mengatakan wadah tersebut tidak hanya untuk penanganan proses hukum, tapi juga bagaimana wadah itu memberikan penanganan yang tepat terhadap korban.

"Seperti dengan pemulihan psikologis korban. Kalaupun pihak kampus tidak bisa atau belum mampu menyediakan layanan yang seperti itu, ada baiknya bisa bersinergi dengan lembaga-lembaga lain di luar kampus yang memang memiliki kapasitas untuk penanganan kasus-kasus seperti itu," katanya.

Diberitakan sebelumnya, 12 mahasiswi UIN Alauddin Makassar menjadi korban teror video call sex. Salah satu korban, F (19), telah melapor ke polisi. Dia mengaku menerima panggilan video call dari nomor tak dikenal. Setelah diangkat, pelaku merekam alat vitalnya untuk ditonton oleh F.

Kasus ini kemudian menjadi perhatian karena ternyata bukan hanya F yang menjadi korban, sejumlah mahasiswi angkatan F dan sejumlah mahasiswi kakak senior F juga menerima panggilan video call cabul dari nomor telepon yang sama. Sedikitnya ada 12 mahasiswi yang dilaporkan mendapatkan panggilan video call tak senonoh tersebut.

Tonton juga 'Waspada Pelecehan Seksual! Kenali Jenisnya':

[Gambas:Video 20detik]

(nvl/nvl)