Dirut Pupuk Kaltim Rahmad Pribadi Berbagi Tips Sukses ke Milenial

Yudistira Imandiar - detikNews
Minggu, 27 Sep 2020 11:54 WIB
Dirut Pupuk Kaltim Rahmad Pribadi
Foto: Pupuk Kaltim
Jakarta -

Milenial Pupuk Kaltim mengadakan Millennials Talk 4.0 bertajuk 'Leadership for Next Generation'. Direktur Utama Pupuk Kaltim Rahmad Pribadi hadir dalam acara yang berlangsung di ruang Pirus Hotel Grand Equator Hotel, Bontang, Kalimantan Timur yang juga disiarkan melalui Zoom Meeting dan Live Instagram tersebut.

Acara yang diselenggarakan Jumat (25/9) itu diikuti hampir 1.000 partisipan millenial dan senior Pupuk Kaltim ini, diawali dengan pengenalan diri Rahmad Pribadi. Ia mengisahkan cerita masa kecil di Yogyakarta, pengalaman menempuh pendidikan di Texas dan Harvard University, suka duka merintis karir di bidang migas, hingga dipercaya menduduki jabatan strategis di BUMN dan kini menjadi orang nomor satu di Pupuk Kaltim.

Rahmad memaparkan, milenial mesti berpikir kritis dan strategis untuk menentukan sikap terhadap suatu keputusan. Milenial Pupuk Kaltim, kata dia, perlu memahami prinsip tersebut, mengingat estafet kepemimpinan perusahaan merupakan bagian tak terpisahkan dari perjalanan karir maupun tanggung jawab milenial ke depan.

"Prinsip saya, kesuksesan itu jika generasi selanjutnya bisa lebih sukses dan jauh lebih baik dari saya. Itu yang selalu saya tekankan, karena esensi sukses bukan tentang diri, tapi menjadikan orang lain bisa lebih baik dari kita," ungkap Rahmad dikutip keterangan tertulis, Minggu (27/9/2020).

Ia menambahkan, kerja sama dan saling dukung juga menjadi penentu kesuksesan. Ia berpandangan, segala sesuatu bisa tercapai dengan baik dan optimal jika dikerjakan secara kolektif. Semangat tersebut, pesan Rahmad, juga perlu tertanam dalam diri milenial Pupuk Kaltim, sehingga implementasi kinerja mampu mencapai realisasi target yang diharapkan, khususnya terkait pengembangan bisnis Pupuk Kaltim.

"Membuka ruang diskusi dan saling berbagi tentang suatu hal juga penting untuk dilakukan, karena kita bisa mendapat masukan maupun pengalaman baru dari apa yang didiskusikan," imbuh Rahmad.

Menurutnya, milenial identik dengan kecepatan, baik dalam mendapatkan informasi maupun melakukan strategi ataupun inovasi baru. Hanya saja penting untuk memahami bagaimana kecepatan itu bisa memberi hasil optimal, dengan melakukan sesuatu sesuai proses yang semestinya.

Rahmad menilai, milenial sebagai potensi yang berpengaruh kuat terhadap kemajuan perusahaan, butuh keteraturan bekerja dan komitmen untuk mampu mengikuti perkembangan. Dengan begitu, kerangka berpikir maupun strategi yang dijalankan pada tatanan industri mampu mengantisipasi ancaman disrupsi yang terjadi.

"Untuk itu perlu bagi kita merumuskan suatu format, agar milenial Pupuk Kaltim mampu berpikir out of the box dengan berbagai ide segar, tanpa harus selalu bergantung pada struktural," ulas Rahmad.

Rahmad memandang milenial Pupuk Kaltim memiliki potensi sangat besar. Mereka perlu diberikan ruang gerak dan kesempatan lebih luas untuk mengembangkan kapasitas dirinya. Jika seluruh potensi tersebut dikelola secara maksimal, Rahmad yakin Pupuk Kaltim sebagai anak usaha Pupuk Indonesia mampu memberikan kontribusi lebih besar bagi negara, melalui pengembangan berbagai peluang hilirisasi industri dan turunan dalam mendukung core bisnis utama.

"Seluruh upaya itu bisa dicapai jika milenial mampu menggali potensi diri secara optimal. Sebab saya akan merasa berhasil jika suatu ketika Pupuk Kaltim jauh lebih sukses dibanding saat saya memimpin, dan itu ada di tangan milenial," sebut Rahmad.

(ega/ega)