Round-Up

Geger 12 Mahasiswi UIN Makassar Diteror Video Call Seks Pria

Tim detikcom - detikNews
Minggu, 27 Sep 2020 07:19 WIB
“Semalam sudah diperiksa 4 siswa dengan orang tuanya, mereka mengaku dikirimi berbagi gambar porno,” ujar Hendy.

Sejauh ini polisi belum menemukan indikasi adanya tindak asusila terhadap 4 siswi yang dikirimi chat porno. Namun polisi masih melakukan pendalaman.
        
“Hingga tadi malam, dari keempat siswi yang kita periksa masih sebatas dikirim chat porno. Apabila dalam perkembangan penyidikan ada korban yang mendapat perilaku menyimpang, maka kita berikan trauma healing,” tutur Hendy.
Foto Ilustrasi (Fuad/detikcom)
Jakarta -

Sejumlah mahasiswi Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin, Makassar, mengaku mendapat teror video call seks (VCS) dari pria tidak dikenal. Mahasiswi korban teror VCS itu lalu melapor ke polisi.

Salah satu korban adalah mahasiswi berinisial F (19). F menceritakan, mulanya ada pesan masuk ke gawainya dari nomor tidak dikenal. Dalam pesannya, nomor tersebut mengaku bernama Wisnu.

"Saya ditelepon video call di waktu yang berbeda, pertama 13 September 2020, tapi pas yang pertama dia cuma chat, dia bilang 'siang', saya balas 'siapa', dia bilang 'Wisnu'. Setelah itu, saya cuekin," ujar F kepada detikcom, Rabu (23/9).

Pada Jumat (18/9), F menerima panggilan video call dari nomor yang mengaku Wisnu. Saat panggilan itu diterima, hal tak terduga didapat. Pelaku memperlihatkan alat kelaminnya. F mengatakan tiga temannya juga menerima VCS dari nomor yang tidak dikenal.

"Dikasih lihat alat kelamin. Akhirnya temanku ini dia screenshot baru dia kasih masuk di grup, dia tanya kamu kenal ini nomor? Dia cerita, 'weh', dia kasih lihat saya alat kelamin, nah dari situ mi, ada sekitar 4 orang ternyata dia VC," ungkap F.

Rupanya, teror VCS itu tak hanya didapat oleh 3 teman F. Tapi, ada 7 teman F lainnya yang mendapatkan teror VCS dengan nomor berbeda.

"Tapi pakai nomor berbeda. Tujuh orang temanku sama nomornya, saya ji sendiri beda," ucap F.

Para mahasiswi itu kemudian mengaku LBH Apik Sulawesi Selatan yang ikut membantu menjembatani untuk memproses hukum. Staf Pelayanan Hukum LBH Apik Sulawesi Selatan Nurhikmah Kasmar mengatakan, dari data yang mereka terima, ada 12 korban yang diduga mendapat teror VCS.

"Kemarin itu mereka sempat mengajukan ada 12 korban, cuma yang datang kepada kami ada tiga orang," kata staf Pelayanan Hukum LBH Apik Sulawesi Selatan Nurhikmah Kasmar kepada detikcom, Sabtu (26/9).

Selanjutnya
Halaman
1 2