Tukang Bakso Rugi Besar, DPR Panggil BPOM & Depkes Selasa
Minggu, 15 Jan 2006 14:55 WIB
Jakarta - Heboh formalin telah membuat tukang bakso rugi besar. DPR akan memanggil Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dan Departemen Kesehatan (Depkes) untuk mempertanggungjawabkan kasus formalin.Wakil Ketua DPR Muhaimin Iskandar menyatakan, masalah dalam formalin sebenarnya hanya masalah regulasi. BPOM harus melakukan sertivikasi terhadap makanan agar kasus formalin tak terulang. "Penyebab semua ini adalah regulasi. Insya Allah pihak pemerintah akan dipanggil DPR Selasa (17/1/2006) ini," kata Muhaimin di sela-sela kampanye makan bakso aman di kantor DPP PKB, Jalan Kalibata, Jakarta Selatan, Minggu (15/1/2006). PKB mengundang 10 abang bakso untuk mengikuti kampanye tersebut. Masing-masing abang bakso mendapat uang Rp 600 ribu untuk satu gerobak bakso yang dibawanya. Tarman, salah satu abang bakso yang ikut kampanye itu mengaku selalu merugi akibat pemberitaan bakso tikus dan formalin. Ia menuturkan, biasanya dalam sehari mampu membawa pulang Rp 400 ribu ke rumah. Sekarang ia hanya membawa pulang Rp 50-100 ribu. Dengan membawa uang dalam jumlah segitu, Tarman jelas rugi besar karena untuk modalnya ia mengeluarkan Rp 250 ribu. Zainal Muhidin, tukang bakso lainnya meminta DPR agar membersihkan citra pedagang bakso dari stereotip tak aman dikonsumsi. Ia mengecam tanyangan bakso tikus yang disiarkan Trans TV."Berita saat ini tidak berimbang. Jika trans tidak memberitakan hal sebaliknya maka kami akan kembali mengadakan unjuk rasa Jumat depan," kata Zainal.
(iy/)











































