Minta Pilkada Sulteng Ditunda, 500 Massa Rusak Gapura KPUD
Minggu, 15 Jan 2006 14:32 WIB
Palu - Sebanyak 500 warga kota Palu dan Donggala sejak Minggu pagi 15 Januari hingga siang secara bergelombang mendatangi kantor KPUD Sulawesi Tengah. Mereka menuntut agar pilkada yang akan dilaksanakan Senin 16 Januari ditunda karena sebagian besar pemilih belum terdaftar.Massa awalnya mencoba masuk ke kantor KPUD Sulteng. Tapi karena tidak diizinkan masuk, mereka pun menghancurkan dan membakar gapura KPUD. Massa terus berusaha masuk ke kantor KPUD.Akak tetapi ratusan aparat dari satuan perintis, Brimob, dan pamong praja memblokir, sehingga massa tertahan di luar. Massa yang mulai kalap itu akhirnya bisa ditenangkan Kapolda Sulteng Brigjen Pol Oegroseno.Menurut Asahari, koordinator lapangan, warga telah memasang harga mati agar Pilkada Sulteng besok ditunda karena seluruh tahap proses pilkada belum diselesaikan oleh KPUD.Sejauh ini belum ada tanggapan dari Ketua KPUD Sulteng Zainuddin Bolong terkait tuntutan massa itu. KPUD Sulteng sebelumnya telah menetapkan Senin besok 4 pasangan calon gubernur dan wakil gubernur akan tetap mengikuti pilkada yakni Yusuf Paddong-Muisthahir, Bandjela Paliujju-Ahmad Tjahja, Ruly Lamadjido-Sudarto, dan Aminuddin Ponolele-Shahabudin Mustafa.Hingga pukul 14.30 WIB massa masih berada di depan kantor KPUD Sulteng di Jalan S Parman, Palu Selatan.
(san/)











































