Iran Tidak Butuh Senjata Nuklir
Minggu, 15 Jan 2006 07:35 WIB
Jakarta - Presiden Iran Mahmud Ahmadinejad mengatakan negaranya tidak memerlukan senjata nuklir. Menurutnya, Iran memiliki hak untuk teknologi nuklir damai dan menolak dikatakan tengah mengembangkan senjata nuklir."Senjata nuklir hanya dibutuhkan oleh orang-orang yang memecahkan segala masalah dengan kekuatan," ujarnya membela diri, seperti dilansir BBC, Minggu, (15/1/2006).Riset nuklir Iran menuai kecaman. Krisis meningkat ketika Minggu ini Iran membuka dua reaktor nuklirnya yang tidak aktif selama dua tahun. AS, Inggris, Perancis, dan Jerman mengancam akan membawa Iran ke Dewan Keamanan PBB untuk diberi sanksi. Namun, Ahmadinejad tidak gentar. "Kalau mereka bermaksud menghancurkan hak-hak bangsa Iran dengan cara itu, mereka tidak akan berhasil," cetusnya menantang.Ahmadinejad berpendapat Iran menjalankan politik luar negeri aktif yang mencari perdamaian berdasarkan keadilan. Dia mengkritik standar ganda yang diterapkan negara-negara Barat yang justru memiliki senjata nuklir."Pemimpin yang percaya dapat menciptakan perdamaian melalui perang adalah salah," tandasnya.Jumat lalu, Presiden AS George W Bush dan Kanselir Jerman Angela Merkel sepakat untuk mengakhiri krisis dengan cara damai. Washington, Israel, dan banyak negara-negara Eropa tidak mempercayai Iran karena merahasiakan riset nuklirnya selama 18 tahun.Sejak Agustus lalu, Iran telah melanjutkan aktifitas nuklirnya. Pemerintah Iran selalu mengatakan bahwa mereka memiliki hak dibawah Perjanjian Non-proliferasi, untuk melakukan riset energi nuklir untuk tujuan damai.
(fay/)











































