Komnas HAM Temukan Indikasi Penyiksaan di Tewasnya Hendri, Ini Kata Polisi

Tim detikcom - detikNews
Sabtu, 26 Sep 2020 08:49 WIB
Kabid Humas Polda Kepri, Kombes Harry Goldenhardt  (dok. Istimewa)
Kabid Humas Polda Kepri Kombes Harry Goldenhardt (Foto: dok. Istimewa)
Jakarta -

Komnas HAM menilai ada indikasi penyiksaan dalam kasus tewasnya Hendri Alfree Bakari alias Otong (38) dengan kepala dibungkus plastik (wrapping). Bagaimana tanggapan Polda Kepulauan Riau?

"Di press conference terdahulu sudah disampaikan oleh Kompolnas, yang melakukan klarifikasi bahwa tidak ada kaitannya antara dugaan tindakan berlebihan yang dilakukan oleh oknum penyidik dalam proses penyidikan dengan penyebab kematian sesuai visum dan autopsi RS BP Batam," ujar Kabid Humas Polda Kepri Kombes Harry Goldenhardt saat dihubungi detikcom, Sabtu (26/9/2020).

Harry menjelaskan, oknum polisi yang diduga melakukan tindakan kepada Harry menjalani proses pemeriksaan. "Terhadap oknum yang diduga melakukan tindakan berlebih tersebut, saat ini sudah menjadi terperiksa oleh Propam," kata Harry.

Sebelumnya, Komnas HAM mengungkap hasil penyelidikan terkait tewasnya Hendri. Komnas HAM menyatakan ada indikasi kuat Hendri mengalami penyiksaan.

"Terdapat indikasi sangat kuat telah terjadi penyiksaan pada peristiwa penangkapan yang berujung pada kematian Henry Alfree Bakari," kata komisioner Komnas HAM M Choirul Anam dalam keterangannya, Jumat (25/9).

Dia mengatakan Komnas HAM memperoleh keterangan dari saksi, keluarga korban, kepolisian, tim medis, dan tim autopsi. Selain itu, tim melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) penangkapan Henri di kelong (keramba) ikan miliknya.

Dia menambahkan, Komnas HAM juga mendapatkan fakta-fakta lain dalam penyelidikan. Komnas HAM menyatakan penangkapan terhadap Hendri dilakukan di luar prosedur.

"Bahwa benar terjadi penangkapan Henry secara sewenang-wenang pada 6 Agustus 2020, karena surat perintah penangkapan tidak segera diberikan kepada pihak keluarga dan terjadi kekerasan dalam proses penegakan hukum terhadap Henry, didukung dengan adanya keterangan medis adanya luka di beberapa bagian tubuh korban," ungkapnya.

Lihat juga video 'Polisi Tewas dengan Luka Bacok di Pondok Ranggon Jaktim':

[Gambas:Video 20detik]



(aik/idh)