Round-Up

Menarik Action Plan Pinangki Bikin Djoko Tjandra Sempat Milirik

Tim detikcom - detikNews
Sabtu, 26 Sep 2020 06:20 WIB
Pinangki Sirna Malasari menjalani sidang perdana di Pengadilan Tipikor Jakarta, Rabu (23/9/2020). Dia didakwa menerima suap USD 500 ribu dari USD 1 juta yang dijanjikan oleh Joko Soegiarto Tjandra alias Djoko Tjandra.
Foto: Jaksa Pinangki Jalani Sidang Perdana (ANTARA FOTO/MUHAMMAD ADIMAJA)
Jakarta -

Action plan jaksa Pinangki Sirna Malasari sempat menarik perhatian Joko Soegiarto Tjandra alias Djoko Tjandra. Namun, Djoko Tjandra sadar ada yang tak masuk akal dari action plan Pinangki.

Action plan pinangki ini terungkap dalam sidang pembacaan dakwaan untuk Pinangki. Ada 10 poin rencana kerja. Intinya, membebaskan Djoko Tjandra dari segala hukuman.

"Pada pertemuan tersebut, terdakwa dan Andi Irfan Jaya menyerahkan dan memberikan penjelasan mengenai rencana atau planning berupa action plan yang akan diajukan kepada Joko Soegiarto Tjandra," ucap jaksa membacakan surat dakwaan itu dalam persidangan di Pengadilan Tipikor Jakarta, Jalan Bungur Raya, Jakarta Pusat, Rabu (23/9/2020).

Djoko Tjandra awalnya memang tertarik dengan action plan Pinangki. Buktinya, terpidana yang bertahun-tahun tak tercium jejaknya itu memberikan uang sebesar USD 500 ribu ke Pinangki.

Pinangki awalnya meminta meminta uang USD 1 juta kepada Djoko Tjandra melalui teman dekatnya, Andi Irfan Jaya, untuk membayar 'consultant fee' proposal action plan. Namun Djoko hanya memberi USD 500 ribu untuk uang muka agar wujud proposal action plan segera diterimanya.

"Karena action plan-nya menarik. Menarik karena ini urusan fatwa," kata kuasa hukum Djoko Tjandra, Soesilo Aribowo, kepada wartawan di Gedung Bundar Jampidsus Kejaksaan Agung (Kejagung), Jakarta, Kamis (24/9/2020).

Namun, Djoko Tjandra berubah pikiran. Djoko Tjandra menilai ada yang janggal dari action plan yang hilirnya adalah fatwa Mahkamah Agung (MA).

"Setelah berpikir-pikir, action plan-nya kok nggak masuk akal, gitu," ujar Soesilo.

Pada akhirnya Djoko Tjandra menolak action plan tersebut. Dia merasa tidak mungkin mendapatkan fatwa MA untuk pembebasannya.

"Baru dibaca karena nggak setuju, ditolak. Ya pada akhirnya dia berpikir apakah bisa dengan fatwa gitu lho, apakah itu bisa dilakukan dengan fatwa," jelas Soesilo.

Bahkan, Djoko Tjandra mengaku sempat ingin meminta uang USD 500 ribu kembali. Tapi, terpidana kasus hak tagih Bank Bali itu tetap tak melakukan.

"Belum sempat, rencananya sih memang akan ke sana. Iyalah (mau ditarik). (Tapi) kan belum sempat dia menarik," terang Soesilo.

Tonton video 'Jampidsus: Inisial BR di Dakwaan Pinangki Adalah Jaksa Agung':

[Gambas:Video 20detik]



Berikut action plan Pinangki untuk pembebasan Djoko Tjandra:

Selanjutnya
Halaman
1 2