Seloroh Dokter Saat Rapat Bareng Luhut: Harusnya Sejak Maret-Dulu Dikacangin

Tim detikcom - detikNews
Jumat, 25 Sep 2020 21:59 WIB
Menko Luhut Binsar Pandjaitan kunjungan ke Labuan Bajo
Luhut Binsar Pandjaitan. (Foto: Dok. Kemenko Kemaritiman dan Investasi)
Jakarta -

Ada yang menarik dalam rapat antara Luhut Binsar Pandjaitan bersama sejumlah dokter terkait penanganan Corona. Terlontar celetukan para dokter yang kini lega karena ada Luhut.

Canda dan celetukan itu muncul saat rapat Sosialisasi dan Implementasi Tata Laksana Klinis Pasien Covid-19 dan Pengadaan Farmalkes untuk Pasien. Luhut memimpin rapat selaku Wakil Ketua Komite Kebijakan Pengendalian COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional. Seperti diketahui, Luhut sendiri menjabat sebagai Menko Kemaritiman dan Investasi.

Rapat yang digelar secara virtual, pada Kamis (24/9) kemarin itu turut dihadiri oleh Stafsus Menkes, Daniel Tjen, Ketua Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), dr Aman Bhakti Pulungan, dokter Spesialis Paru dari Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Persahabatan, Erlina Burhan, hingga Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Doni Monardo.

Erlina dalam rapat itu menjelaskan ke depannya, pihak RS Persahabatan bersama lima organisasi akan membuat modul generik. Modul itu berisi panduan training yang bisa disebarkan ke seluruh daerah.

"Jadi ini mumpung baru didistribusikan, saya kira kami dari lima organisasi profesi ingin membantu Kemenkes untuk sosialisasi ini dengan membuat modul generik, yang kemudian modul itu atau bisa berupa power point dan lain-lain, bisa dipakai oleh semua daerah, untuk melakukan training secara merata. Kita bantu buatkan," ujar Erlina, dalam video yang beredar, Jumat (25/9/2020).

Rapat virtual itu terlihat sangat cair. Para peserta rapat sesekali melempar candaan. Luhut lantas memuji Erlina yang memiliki inisiatif membuat modul sosialisasi terkait virus Corona.

"Saya senang lihat muka Bapak, Ibu, semuanya pada gembira, nih," ujar Luhut.

"Gembira pak, harusnya kita dari bulan Maret kita begini, Pak Menko ke mana nih Maret nggak ada. Kami tunggang langgang sendirian pak," seloroh Erlina sambil tertawa.

Luhut pun merespons. Dia mengaku dimarahi lantaran bukan seorang yang ahli epidemiologi tapi mengatur soal COVID-19.

"Di luar saya dimarahin. Katanya nggak ahli epidemiologi, 'ngapain urusin gini', katanya," kata Luhut.

"Tapi ahli manajemen kan pak, ahli mengatur strategi," ujar Ketua Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI), dr Agus Dwi Susanto, menimpali Luhut.

Luhut pun meminta input dari para dokter yang hadir dalam rapat virtual untuk bersama-sama membenahi rumah sakit. Dia ingin ada training kepada para dokter, termasuk menyiapkan peralatan yang belum memadai di beberapa rumah sakit.

"Ini kan momentum yang baik buat kita benahi sekaligus fasilitas kesehatan kita. Jadi elok diaudit apa yang kebutuhan kita. Jadi rumah sakit mana saja yang kita bisa buat bagus jadi misalnya RS Pertamina, RS Persahabatan, RSCM, Harapan Kita, semua itu kita coba lihat ramai-ramai, apa saja alat minimun yang kita perbaikin atau siapkan di sana, kedua training apa saja yang harus kita siapkan untuk tadi men-train dokter kita," kata Luhut.

Luhut pun mengatakan akan melakukan rapat virtual lagi pada Senin (28/9) mendatang. Erlina pun mengingatkan lagi akan menyiapkan modul pada rapat selanjutnya bersama Luhut.

"Bu Erlina ini semangat '45 kita lihat," ujar Luhut.

"Iya, dong, demi bangsa, saya sudah capek banget ini, Pak, dari Maret, Pak, maraton nggak ada hentinya. Bapak baru keluar sekarang," timpal Erlina, berkelakar.

"Tapi, betul, Pak Menko, kami ini merasa kayak dikacangin saja selama ini, Pak," sahut Aman Bhakti sembari tertawa.

(idn/imk)