Banjir dan Penyakit DBD Ancam Warga Palembang
Sabtu, 14 Jan 2006 17:47 WIB
Palembang - Selama musim penghujan ini, masyarakat Palembang tampaknya tidak hanya berhati-hati terhadap ancaman banjir. Penyakit demam berdarah dengue (DBD) juga harus diwaspadai. Apalagi selama 13 hari pertama tahun 2006, seorang pasien demam berdarah meninggal dunia. Juga, terdapat 58 kasus DBD positif. Dan, jumlah korban ini diperkirakan terus bertambah. Desemikian disampaikan Kasubdin P2P (Pencegahan, Penanggulangan, Penyakit) Dinas Kesehatan Palembang, Mat Dani, kepada wartawan, Sabtu (14/1/2006). Temuan 58 kasus DBD tersebut tersebar di 11 dari 14 kecamatan di Palembang, seperti di Kecamatan Sako, dari 6 kasus dan 1 meninggal. Kemudian Kalidoni 4 kasus , Sukarame 9 kasus, Ilir Timur 1 ada 5 kasus, Ilir Timur II sebanyak 10 kasus, Bukit Kecil 7 kasus, Ilir Barat 1, 6 kasus, Ilir Barat II, 3 kasus, Seberang Ulu 1 3 kasus, Seberang Ulu 2 ada 3 kasus, Kemuning 2 kasus. Selain meminta masyarakat terus berhati-hati, kata Matdani, pihaknya terus melakukan upaya penanggulangan dan pencegahan DBD melalui Gerakan Serentak Pemberantasan Sarang Nyamuk.Caranya menyebar bubuk abate dan ikan tempalo. Selain melakukan gerakan 3 M, menguras dan menutup bak penampungan air. Kemudian mengubur tempat-tempat yang bisa menjadi tempat berkembangbiaknya nyamuk.
(jon/)











































