Diduga Orang Dekat Noordin, 4 Orang Semarang Ditangkap
Sabtu, 14 Jan 2006 17:08 WIB
Semarang - Operasi penangkapan teroris boleh dibilang sangat rapi. Diam-diam, Tim Detasemen Khusus 88 Antiteror Polda Jateng menangkap empat orang yang diduga sebagai orang dekat Noordin M. Top, Jum'at (13/1/2006).Keempat orang yang ditangkap adalah adalah Ardi Wibowo (30), warga Genuk Baru, Kelurahan Tegalsari, Joko warga Jl Supriyadi, Aditya (Genuk Karanglo, Tegalsari), dan Wahyu (belum diketahui identitasnya).Menurut informasi yang berhasil dikumpulkan detikcom Sabtu (14/1/2006) Ardi ditangkap di Jl Bangkong sekitar pukul 15.00 WIB. Joko dan Wahyu dibekuk usai salat ashar di Masjid Baitul Ishlah al-Amin, Jalan Singa Dalam RT 1 RW 4, Semarang, dan Aditya di Cawas, Klaten.Pada pukul 23.00 WIB, sejumlah aparat kepolisian mengubek-ubek tempat tinggal keempat orang tersebut. Namun hingga saat ini belum ada keterangan resmi dari Polda Jateng mengenai penangkapan tersebut.Salah seorang kakak kandung Ardi Wibowo yang enggan disebut namanya mengaku tidak tahu di mana adiknya ditangkap. "Tadi malam, polisi membawa komputer dari rumah orang tua kami (Genuk Baru RT 6 RW 6 nomor 156 Semarang). Pada saat itu Ardi tidak ada," ungkapnya ketika ditemui di rumah, Sabtu (14/1/2006).Rumah di Genuk Baru RT 6 RW 6 nomor 156 Semarang adalah rumah orang tua Ardi Wibowo. Sedangkan, Ardi sendiri mengontrak di Jalan Bukit Cempaka V/148 Perumahan Sendang Mulyo Semarang.Warga di sekitar lokasi mengaku tidak mengetahui penangkapan tersebut. Namun demikian mereka mengetahui ada empat orang anggota polisi yang mendatangi rumah orang tua Ardi. "Istrinya, Nina, 28 tahun selalu bercadar, mayoritas tamu Ardi berjenggot dan menggunakan celana cingkrang. Tapi Pak Ardi itu baik dengan tetangga," kata tetangga Ardi Sugianto.Sementara itu, Joko dan Wahyu yang dibekuk usai salat Ashar di masjid Baitul Ishlah Al Amin, Jalan Singa Dalam RT 1 RW 4, Semarang diperkirakan pernah ketemu dengan Noordin. Joko adalah pemilik RM Padang "Selera" dan Wahyu adalah karyawannya.Berdasarkan sumber di kepolisian, RM Padang "Selera" yang berada di kompleks pertokoan di Jalan Supriyadi pernah disinggahi Noordin. "Lantai dua rumah makan tersebut juga pernah dijadikan tempat latihan fisik oleh kelompok teroris," kata sumber tersebut.Aditya sendiri masih misterius. Keterkaitan warga Genuk Karanglo, Tegalsari, Semarang, dengan Noordin belum jelas. Meski demikian, ia tetap menjalani pemeriksaan di tempat yang dirahasiakan. Baik di Polda Jateng maupun Polwiltabes Semarang, keempat orang itu tak ditemukan keberadaannya.
(jon/)











































