Kasus Tertembaknya Tiga WNI Perlu Dibawa ke PBB

Kasus Tertembaknya Tiga WNI Perlu Dibawa ke PBB

- detikNews
Sabtu, 14 Jan 2006 16:44 WIB
Yogyakarta - Ketua MPR Hidayat Nur Wahid menegaskan kasus tertembaknya tiga Warga NegaraIndonesia (WNI) di Sungai Malibaka, perbatasan Kabupaten Belu dengan Distrik Bobonaro, oleh polisi Timor Leste perlu dibawa ke sidang PBB. Sebab tindakanitu tidak mencerminkan sebagai negara bertetangga yang saling menghormati kedaulatannya."Saya menyesalkan dan mengkritik keras tindakan yang polisi di Timtim terhadap tiga warga RI," tegas Hidayat kepada wartawan di Yogyakarta usai memberikanbantuan korban bencana tanah longsor di Banjarnegara, Sabtu (14/1/2006)Hidayat menyayangkan sikap pemeintah RI yang hanya cukup melayangkan nota protes keras serta sepakat akan membentuk tim investigasi bersama. Apabila pemerintah RI menerimanya berarti telah menerima untuk dilecehkan oleh negara Timor Leste.Dia mengkhawatirkan bila negara RI tidak dihormati kedaulatannya oleh negara seperti Timor Leste yang bukan sebuah negara besar. Berarti Indonesia membiarkan diri untuk dilecehkan dengan cara seperti itu. "Saya khawatir Indonesia tidak akan dihormati oleh negara manapun. Itu amat sangat bahaya terhadap kelanjutnan negara Indonesia dalam percaturan politik global," tegas Hidayat.menurut dia, pemerintah harus tegas dan mengutuk kasus pembunuhan itu serta menuntut pemerintah Timor Leste untuk menangkap polisi yang melakukan pembunuhan. selanjutnya mengadili secara terbuka dan menyampaikan permintaan maaf kepada pemerinta Indonesia. Selain itu, pemerintah Timor Leste juga harus menanggung kehidupan keluarga korban yang ditinggal mati. "Bila itu bisa dilakukan permasalahan akan selesai. Saya kira Timtim bisa menyelesaikan masalah secara elegan. Namun bila tidak kasus ini bisa dibawa kePBB," katanya.Menurut Hidayat, tindakan yang dilakukan polisi Timtim sangat bertentangan dengan prinsip-prinsip sebagai negara bertetangga yang berdaulat untuk salingmenghormati. Dalam kasus ini ada sesuatu hal yang harus dicermati oleh pemerintah RI. "Mereka tidak tidak lagi menghargai prinsip bertetangga yang damai dan sebagai negara berdaulat," katanya. Dia juga menyesalkan pernyataan Menlu Timtim, Ramos Horta yang menggampang masalah dengan mengatakan tindakan polisi Timtim itu untuk membela diri karenadiserang. "Bagaiamana mungkin mereka itu sipil dan tak bersenjata. Bahkan setelah menembak mati cukup hanya mengatakan berbela sungkawa saja. Itu menurut saya tidak proporsional," ujar Hidayat.Ditanyakan apakah perlu memutuskan hubungan diplomatik. Hidayat menegaskan kalau Timtim masih melakukan perilaku yang tidak menghormati kedaulatanIndonesia dan tidak mengakui kesalahannya sendiri. Bahkan warning yang dilakukan saat ini tidak bermanfaat dan Timtim terus melakukan provokasi. "Sayakira wajar saja kalau kemudian pemerintah Indonesia tarik dubesnya di Timtim dan kemudian melakukan tindakan yang serius," katanya. (jon/)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads