Lasro Marbun, Eks Pejabat DKI yang Dicopot Ahok Kini Jadi Pjs Bupati Samosir

Tim detikcom - detikNews
Jumat, 25 Sep 2020 18:37 WIB
Edy Rahmayadi kukuhkan sejumlah Pjs bupati dan wali kota (Datuk Haris-detikcom)
Edy Rahmayadi mengukuhkan sejumlah penjabat sementara bupati dan wali kota. (Datuk Haris/detikcom)
Medan -

Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Edy Rahmayadi mengukuhkan Inspektur Pemprov Sumut Lasro Marbun sebagai Pjs Bupati Samosir. Lasro merupakan pejabat di DKI Jakarta pada era Gubernur Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) hingga Djarot Saiful Hidayat.

Pengukuhan Lasro dilakukan di rumah dinas Gubsu, Medan, Jumat (25/9/2020). Selain Lasro, ada sembilan penjabat sementara (pjs) bupati dan wali kota lainnya yang dikukuhkan.

"ASN harus netral sehingga yang menjadi pj-pjs itu juga ASN, sehingga menetralkan semua yang ada di 23 kabupaten/kota. Khususnya mereka untuk memfasilitasi rakyat dalam pesta demokrasi," ucap Edy.

Edy mengatakan para penjabat sementara ini dikukuhkan untuk mengisi kursi yang kosong karena kepala daerah petahana cuti untuk kampanye Pilkada 2020. Edy juga mengatakan pihaknya bakal mengatur agar kinerja para pejabat ini tetap berjalan baik meski harus mengemban dua jabatan.

"Dalam kondisi tertentu, dia harus melaksanakan tugas. Nanti akan segera itu ditindaklanjuti," ujar Edy.

Sebelum menjadi Inspektur Pemprov Sumut, Lasro pernah menempati sejumlah posisi di DKI Jakarta. Lasro dilantik Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) sebagai Kepala Dinas Pendidikan, Rabu (12/2/2014). Dia semula menjabat Kepala Biro Organisasi dan Tata Laksana (Kabiro Ortala).

Lasro sempat diisukan ingin mundur dari Kadisdik DKI karena sikap anak buahnya di Disdik DKI yang dianggap sudah terlalu parah. Wagub DKI saat itu, Ahok, sempat menyebut Lasro orang yang bagus.

"Pak Lasro sih termasuk orang bagus, orang jujur. Tapi dia bilang ke saya, sudah terlalu parah di Dinas Pendidikan," ucap Ahok di Jakarta Rabu (6/7/2014).

Pada era kepemimpinan Ahok, Lasro juga pernah menjabat Kepala Inspektorat DKI. Namun Lasro dicopot Ahok setelah kasus pengadaan UPS dan anggaran siluman di APBD DKI mencuat.

"Kenapa dua orang itu (Lasro Marbun dan Andi Baso dicopot)? Karena dua orang itu, saya tidak tahu terlibat atau tidak terlibat secara langsung, tapi mereka adalah orang yang langsung berhubungan dengan UPS, scanner, dan APBD siluman, menurut saya," kata Ahok, Jumat (27/11/2015).

Setelah dicopot Ahok, Lasro sempat menjabat Kepala Bappeda di Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas) Sumut. Lasro kemudian kembali ke DKI Jakarta pada era Gubernur Djarot.

"Saya lihat dia pribadi sebenarnya orangnya lurus gitu. Karena itu, kami perlukan untuk percepatan di bidang pengawasan. Dia lama di inspektorat dan dia lama di Dinas Pendidikan. Tenaganya diperlukan di TGUPP," ujar Djarot di Balai Kota DKI Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Jumat (14/7/2017).

Lasro kemudian menjabat Inspektur Pemprov Sumut sejak 2019. Kini dia dipercaya Edy untuk menjaga netralitas ASN di Samosir selama masa Pilkada 2020.

(haf/tor)