Hidayat : Pemerintah Abaikan Petani Bila Tetap Impor Beras

Hidayat : Pemerintah Abaikan Petani Bila Tetap Impor Beras

- detikNews
Sabtu, 14 Jan 2006 14:19 WIB
Yogyakarta - Ketua MPR RI, Hidayat Nur Wahid mengatakan pemerintah mengabaikan nasib petani negeri sendiri jika tetap menjalankan kebijakan impor beras. Masuknya beras impor tidak hanya akan menyengsarakan nasib petani Indonesia saja tapi juga berarti memberikan subsidi kepada petani asing."Kita menyayangkan bila pemerintah tetap mengimpor beras. Berarti itu mengabaikan nasib petaninya sendiri," kata Hidayat kepada wartawan di Yogyakarta usai memberikan bantuan korban bencana tanah longsor di Banjarnegara, Sabtu (14/1/2006).Hidayat mengatakan kebijakan mengimpor beras adalah bukan cara efektif. Sebab di sentra-sentra pengasil beras, petani masih mempunyai persediaan beras dalam jumlah yang cukup. Memang pemerintah dan Bulog mempunyai kewajiban menjaga ketahanan pangan, tetapi bukan dengan cara mengimpor beras. "Bila hendak melindungi dan mensejahterakan nasib petani, pemerintah seharusnya membeli gabah atau beras dari petani. Bukan impor beras," katanya.Menurut Hidayat, jika Bulog membeli beras dari petani, Bulog tidak perlu mewacanakan tentang kerawanan pangan dan tidak perlu mewacanakan perlunya impor beras. Bila Bulog membeli beras dari petani, dengan sendirinya pemerintah ikut mensejahterakan petani. Dengan demikian akan meningkatkan daya beli masyarakat/petani sehingga roda roda perekonomian di desa juga akan berjalan baik.Dia menyayangkan Bulog yang tidak bekerja maksimal untuk membeli beras dari petani, tapi Bulog juga memberikan waktu yang amat tidak masuk akal agar petani menjual beras kepada Bulog. Karena petani tidak bisa memenuhi kemudian Bulog mengusulkan untuk impor. "Sekali lagi, ini menunjukkan tidak berpihak kepada keamanan pangan itu sendiri. Apa artinya impor beras dalam rangka jaminan keamanan tapi kemudian memunculkan keresahan-keresahan bagi petani," tegas Hidayat.Menurut mantan Ketua Umum PKS itu, sangat tidak adil jika subsidi pemerintah untuk membeli beras itu kemudian diberikan kepada petani asing. Hal jelas merugikan bahkan dapat menyengsarakan nasib petani Indonesia sendiri. "Pemerintah akan lebih bijak bila jika membeli beras milik petaninya sendiri. Itu akan lebih berharga sekali dan akan memberdayakan petani," katanya.Ia menegaskan pemerintah bukan hanya berbicara masalah keamanan pangan dari sisi ketersediaan beras. Tapi pemerintah perlu menguatkan agar bangsa ini kembali pada pola konsumsi yang semula sudah dilakukan. Sebab kenyataannya tidak semua daera di Indonesia itu tidak mengkonsumsi beras. Akibat dipaksakan untuk mengkonsumsi beras maka terjadi ketergantungan terhadap beras yang cukup tinggi."Pola konsumsi beras itu harus diubah. Pemerintah juga mendorong warga yang tidak mengkonsumsi beras untuk menanam bahan pangan yang mereka pangan sehari-hari seperti sagu, umbi-umbian dan jagung sehingga ketergantungan terhadap beras dapat terkurangi," demikian Hidayat. (jon/)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini