PSBB Ketat Jakarta Diperpanjang, Ada Aturan yang Berbeda?

Muhammad Ilman Nafian - detikNews
Jumat, 25 Sep 2020 16:46 WIB
Ahmad Riza Patria
Ahmad Riza Patria (Ilham/detikcom)
Jakarta -

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memutuskan memperpanjang masa pembatasan sosial berskala besar (PSBB) ketat hingga 11 Oktober 2020 yang akan dimulai pada 28 September. Lalu, apakah ada aturan yang berbeda dari PSBB ketat pertama yang berlaku pada 14 September-27 September 2020?

"Ya secara umum (aturannya) kurang lebih sama," ujar Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria di Balai Kota DKI, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Jumat (25/92020).

Aturan PSBB ketat ini tertuang dalam Pergub Nomor 88 Tahun 2020. Beberapa aturan tercatat membatasi aktivitas perkantoran, khusus kategori esensial dengan kapasitas maksimal 50 persen.

Sementara itu, untuk perusahaan non-esensial maksimal 25 persen. Selain itu, rumah makan diminta tidak melayani makan di tempat atau dine in.

Kemudian, masyarakat yang berada di luar rumah diminta tidak berkerumun lebih dari lima orang. Warga juga diminta selalu menggunakan masker ketika pergi ke luar rumah.

Riza berharap, dengan adanya perpanjangan PSBB ketat ini, angka kasus Corona di Jakarta dapat berkurang. "Mudah-mudahan dua minggu ke depan ada perbaikan," tuturnya.

Lebih lanjut, Riza mengatakan kedisiplinan masyarakat sangat diperlukan dalam penanganan COVID-19. Menurutnya, tanpa ada kedisiplinan dari warga, segala aturan yang ada tidak akan memberikan efek yang berarti.

"Sekali lagi, betapa pun baiknya regulasi yang kami buat, Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah, Pemerintah Kab/Kota, berapa pun banyaknya aparat yang kita hadirkan setiap titik, setiap unit, setiap usaha, berapa pun beratnya sanksi disiplin, berapa pun banyaknya, ternyata menurut para ahli hanya punya kontribusi 20 persen terhadap pengurangan penyebaran dan memutus mata rantai penyebaran COVID," kata Riza.

"Delapan puluh persennya ada di mana? Delapan puluh persennya ada pada warga itu sendiri. Di mana warga, pada kepatuhan, ketaatan, kedisiplinan melaksanakan 3M (memakai masker, mencuci tangan dengan sabun, dan menjaga jarak). Jadi, kami berkontribusi tiap hari, pagi-siang, malam nilainya cuma 20 persen. Ini yang kami dorong supaya bisa memastikan yang 80 persen itu tercapai ya," imbuh politikus Gerindra itu.

Diketahui, PSBB di DKI Jakarta diperpanjang hingga 11 Oktober 2020. Keputusan itu diambil Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

Anies menyebut sudah ada tanda-tanda pelandaian kasus positif dan kasus aktif di Jakarta sejak PSBB ketat diberlakukan. Pada 12 hari pertama bulan September, lanjut dia, pertambahan kasus aktif sebanyak 49 persen atau 3.864 kasus. Lalu 12 hari berikutnya penambahan jumlah kasus aktif masih terjadi, namun berkurang menjadi 12 persen atau 1.453 kasus.

Meski disebut sudah menunjukkan tanda awal pelambatan, Anies mengatakan, peningkatan kasus masih terus perlu ditekan. Tanpa pembatasan ketat dan dengan pengetesan yang masif, pertambahan kasus harian di Jakarta diprediksi akan mencapai 2.000 per hari pada pertengahan Oktober. Sedangkan kasus aktif akan mencapai 20 ribu pada awal November.

Tonton juga 'PSBB Ketat Diperpanjang, Pedagang Pasar Menjerit':

[Gambas:Video 20detik]

(man/elz)