112.082 Kasus Suspek Corona di RI Dipantau Per 25 September

Tim detikcom - detikNews
Jumat, 25 Sep 2020 15:52 WIB
Poster
Ilustrasi Corona. (Edi Wahyono/detikcom)
Jakarta -

Pemerintah memperbarui perkembangan penanganan virus Corona (COVID-19) di Indonesia. Pada hari ini, lebih dari 112 ribu suspek Corona dipantau oleh pemerintah.

Berdasarkan data di situs Kementerian Kesehatan (Kemenkes) yang dibagikan tim BNPB, pemerintah memantau 112.082 suspek Corona pada Jumat (25/9/2020). Data suspek tersebut diperbarui oleh pemerintah setiap hari pukul 12.00 WIB.

Pada hari ini, penambahan kasus baru COVID-19 pun kembali memecahkan rekor. Hari ini dilaporkan ada 4.823 kasus positif Corona dari pemeriksaan spesimen sebanyak 46.133.

Selain itu, dilaporkan pasien sembuh bertambah 4.343 orang, sehingga totalnya menjadi 196.196. Sementara itu, pasien yang meninggal per hari ini bertambah 113 orang, sehingga total ada 10.218 kasus pasien yang meninggal akibat COVID-19.

Pengertian Suspek

Istilah 'suspek' tertuang dalam Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor HK.01.07/MENKES/413/2020 tentang Pedoman Pencegahan dan Pengendalian Corona Virus Disease 2019 (COVID-19). Tidak ada lagi istilah pasien dalam pengawasan (PDP), orang dalam pemantauan (ODP), ataupun orang tanpa gejala (OTG).

Berdasarkan Kepmenkes tersebut, berikut ini definisi kasus suspek Corona:

a. Orang dengan infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) dan pada 14 hari terakhir sebelum timbul gejala memiliki riwayat perjalanan atau tinggal di negara/wilayah Indonesia yang melaporkan transmisi lokal.
b. Orang dengan salah satu gejala/tanda ISPA dan pada 14 hari terakhir sebelum timbul gejala memiliki riwayat kontak dengan kasus konfirmasi/probable COVID-19.
c. Orang dengan ISPA berat/pneumonia berat yang membutuhkan perawatan di rumah sakit DAN tidak ada penyebab lain berdasarkan gambaran klinis yang meyakinkan.

Tonton juga 'Pentingnya Protokol VDJ untuk Mengurangi Risiko Penularan COVID-19':

[Gambas:Video 20detik]

(idn/imk)