Nyam... Nyam... Semangkuk Bakso Dilahap Bu Menteri
Sabtu, 14 Jan 2006 13:34 WIB
Jakarta - Kunjungan Menteri Kesehatan (Menkes) Siti Fadilah Supari ke Pasar Mayestik, Kebayotan Baru, Jakarta Selatan, Sabtu (14/1/2006) memunculkan harapan baru bagi para pedagang bakso. Mereka berharap dagangannya cepat pulih setelah Menkes dan Menkop dan UKM Suryadarma Ali kampanye makan bakso."Berita soal bakso tikus dan formalin betul-betul membuat jualan kami turun drastis. Sekarang menjual 100 mangkok saja susah," kata Suroso, pedagang bakso Pasar Mayestik.Padahal, menurut Suroso, sebelum isu formalin, borak dan bakso tikus merebak, setiap harinya bisa menjual bakso di atas 200 mangkok. Namun, setelah berita bahwa mie basah mengandung formalin dan bakso mengandung boraks beredar kencang, daganganya terus turun dan nyaris bangkrut."Padahal dagangan kami tidak mengunakan formalin. Bahkan saya tidak tahu formalin kayak apa. Bakso yang kami jual saya pastikan tidak mengandung formalin dan boraks," tambah dia.Pantauan detikcom di Pasar Mayestik, para pedagang menyambut gembira kampanye makan bakso yang dilakukan Menteri Kesehatan dan Menkop dan UKM.Menteri Kesehatan datang sekitar pukul 10.00 WIB dengan mengenakan baju santai berbahan dari jenis jins. Ia langsung menghampiri pedagang bakso dan memesan satu mangkok bakso urat. "Saya dari dulu suka bakso," ujarnya sambil menyantap bakso urat sebesar bola tenis. Tak lama setelah Siti Fadilah Supari menyantap bakso, Menkop dan UKM Suryadarma Ali datang bergabung. Ia pun seperti Menkes memesan satu mangkok bakso dan melahapnya. Nyam..nyamm...belasan wartawan foto dan kamera televisi berebut menjepret dan menyorotkan mereka. Setelah itu, mereka membayar bakso dengan harga Rp 6.000 per mangkok. Suroso, sang pedagang hanya senyum-senyum. "Bakso saya tidak ada formalinnya. Saya belum tahu kayak apa bentuknya," katanya.Menkes juga sepedanpat dengan para pedagang. Menurut Menkes, tidak semua pedagang bakso menggunakan formalin. "Jika ada hanya sebagian kecil. Kami juga terus melakukan pemantauan peredaran formalin di pasaran," kata Menkes.Menkes berharap masyarakat tidak takut maka bakso karena pemerintah akan terus melakukan pemantauan makanan yang mengandung formalin. Pemerintah terus melakukan pengawasan, sehingga makanan aman dikomsumsi warga. Sebagai pengganti bahan pengawet yang berhaya, kini Depkes tengah siap-siap meluncurkan bahan pengawet yang aman, yakni chitosan dan asap cair dari tempurung kelapa.
(jon/)











































