NasDem Apresiasi Jokowi Beri Bunga ke Kim Jong Un: Simbolik tapi Dalam

Rahel Narda Chaterine - detikNews
Jumat, 25 Sep 2020 15:42 WIB
Willy Aditya
Willy Aditya (Rahel/detikcom)
Jakarta -

Anggota Komisi I DPR RI dari Fraksi NasDem, Willy Aditya, mengapresiasi langkah Presiden Joko Widodo yang mengirimkan bunga ke pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un. Willy menilai hal tersebut sebagai langkah diplomatik yang mendalam.

"Kalau dilihat sebenarnya nggak ada yang istimewa juga," kata Willy Aditya di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (25/9/2020).

Namun, Willy juga mengapresiasi langkah Jokowi tersebut. Menurutnya, hal itu merupakan pendekatan diplomasi yang mendalam.

"Saya mengapresiasi langkah Pak Jokowi. Itu (memberikan bunga) pendekatan yang sifatnya soft power approach ya. Pendekatan dalam diplomasi yang suatu hal yang simbolik tapi dalam sekali," ujarnya.

Willy menilai pendekatan tersebut merupakan pendekatan yang baik untuk menjaga hubungan kedua negara. Menurutnya, karangan bunga yang diberikan juga tidak mengambil harga yang besar.

"Gini dalam proses politik luar negeri itu bukan bicara paling baik tapi kemudian menjaga, membina. Itu yang dilakukan presiden dan itu cost-nya nggak besar-besar amat gitu ya. Membuat orang happy," ujar Willy.

Willy juga mengatakan Indonesia memiliki sikap politik luar negeri yang bebas aktif. Ia pun menyoroti kedekatan antara pemimpin Korea Utara terdahulu dengan Presiden ke-1 RI Soekarno (Bung Karno).

Bunga yang dikabarkan dikirim oleh Presiden Jokowi ke Kim Jong Un (Foto: dok. KCNA)Bunga yang dikabarkan dikirim oleh Presiden Jokowi ke Kim Jong Un (Foto: dok. KCNA)

"Satu kita sebagai negara bangsa, negara bangsa yang berdaulat. Politik luar negeri kita bebas aktif. Secara historical kakeknya presiden Korea Utara dengan Bung Karno memiliki jejak sejarah yang cukup dalam," tutur Willy.

Selain itu, dia menilai Indonesia tidak pernah bertentangan dengan Korea Utara. Bahkan, kedua negara itu, kata Willy, pernah terlibat bersama dalam gerakan non-blok di masa lalu.

"Kita tidak pernah punya hubungan yang clash dengan Korea Utara. Ini berbeda dengan Taiwan dan berbeda dengan Israel. Kita punya hubungan diplomatik yang fine-fine saja. Dan kedua negara pernah terlibat dengan gerakan non-blok," sebutnya.

Diberitakan sebelumnya, Presiden Jokowi diketahui mengirimkan sekeranjang bunga untuk pemimpin Korea Utara Kim Jong Un. Sekeranjang bunga itu dikirimkan dalam rangka hari jadi ke-72 DPRK atau Korea Utara.

Dilihat dari foto yang dipublikasikan media pemerintah Korea Utara, Korean Central News Agency (KCNA), Kamis (24/9), bunga yang dikirimkan Jokowi itu berwarna merah, putih, kuning, dan ungu. Tak dijelaskan jenis bunga yang terangkai dalam keranjang tersebut.

Bunga-bunga itu tampak dirangkai dalam keranjang yang didominasi warna kuning. Terlihat juga warna-warna khas bendera Korea Utara dalam keranjang tersebut. Pita merah yang cantik tampak menghiasi rangkaian bunga itu.

Tulisan 'Presiden Joko Widodo' dalam bahasa Korea terlihat pada pita yang tampak menjuntai. Selain karangan bunga, Jokowi disebut mengirimkan ucapan untuk Kim Jong Un. Ucapan itu disampaikan pada 2 September 2020 dan dipublikasikan KCNA pada Rabu (23/9) kemarin.

Kementerian Luar Negeri RI membenarkan soal kiriman bunga dari Jokowi untuk Kim Jong Un itu. Memang kiriman bunga itu khusus dalam rangka HUT ke-72 Korea Utara.

"Presiden RI dalam rangka HUT ke-72 The Founding Day of the DPRK telah menyampaikan surat ucapan selamat dan telah juga disampaikan bingkisan bunga," kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Teuku Faizasyah.

Tonton juga 'Fraksi Nasdem Apresiasi Jokowi Hadiahi Bunga ke Kim Jong Un di HUT Korut':

[Gambas:Video 20detik]

(hel/elz)